Suara.com - Seorang pria pekerja seni protes dalam sebuah acara pertunjukan yang dibubarkan oleh petugas.
Pria tersebut protes bukan karena aksi pembubaran yang dilakukan oleh petugas. Akan tetapi dia protes terhadap peraturan yang berlaku.
Hal itu terlihat dalam sebuah video yang beredar di jejaring media sosial. Tayangan itu diunggah oleh akun Instagram @nenk_update.
Dalam tayangan tersebut, terlihat pertunjukan seni yang telah digelar. Tampak dari video, pria tersebut mengungkapkan kekesalannya.
Dirinya mengaku tidak masalah petugas membubarkan acara pertunjukan seni tersebut.
"Ini dibubarkan, saya enggak masalah semua dibubarkan karena situasi," ujarnya, dikutip Suara.com.
Namun, pria itu meminta keadilan kepada petugas untuk tetap mencari nafkah di tengah situasi pandemi.
"Tapi permintaan saya dan pelaku seni, minta keadilan. Untuk saling sama kita bekerja, sementara kita dibiarkan lapar yang disitu bisa kenyang," lanjutnya.
Menurut pria tersebut, dirinya sebagai pekerja seni tidak boleh kalah dengan petugas. Dirinya wajib menuntut haknya untuk mencari nafkah.
Baca Juga: Viral Potret Ibu Peluk Anak Tertidur di Kereta Api, Bikin Terharu
Dalam tayangan tersebut, pertunjukan harus terhenti lantaran adanya petugas.
Para pekerja seni pun terlihat berkumpul di acara tersebut. Mereka masih mengenakan kostum masing-masing.
Diketahui kejadian tersebut terjadi di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.
Warganet pun ikut menanggapi video tersebut dan alasan pria itu protes.
"Bener juga sih. Alasan warga kita banyak yang protes begini kan emang karena aturan nggak jelas. Bikin aturan nggak jelas, tajem ke bawah," ujar akun lit*****.
"Setuju banget, kasihan lihatnya pas dibubarin kayak gitu. Padahal udah make up juga udah prepare peralatan, capek juga kerjanya dan dengan gaji yang nggak seberapa. Semangat terus para pejuang kesenian," timpal warganet.
Berita Terkait
-
Viral Pengamen Ondel-ondel Minta Paksa Uang Warga Sampai Berkata Kasar
-
Viral Potret Ibu Peluk Anak Tertidur di Kereta Api, Bikin Terharu
-
Viral Aksi Muda-mudi 'Cari Pahala' di Mal sampai Dikira Pegawai Beneran
-
Bak Sultan, Pria Seserahan Nikah Bawa Gabah 7 Mobil hingga Hewan Ternak
-
Viral Penulis Tere Liye Kritik Kasar Pembeli Buku Bajakan, Tuai Pro Kontra
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan
-
Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya
-
Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual
-
Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'
-
Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang
-
Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!
-
Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi
-
Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan