Suara.com - Juru Bicara Petisi Rakyat Papua, Sam Awon mengungkapkan sudah ada 714.066 rakyat Papua Barat hingga mereka yang berada di luar negeri yang menandatangani petisi menolak otonomi khusus (otsus) Papua.
Mereka menganggap otsus bukan sebuah solusi bagi keinginan mereka untuk menentukan nasibnya sendiri.
Petisi Rakyat Papua sudah berjalan sejak Mei 2020 hingga April 2021. Penolakan otsus memang bukan hanya dilakukan pada saat ini, karena mereka telah memperjuangkan dari beberapa tahun ke belakang.
"Tahun 2000, 2001, 2005 gelombang perlawanan yang besar, 2011 itu landasan rakyat menolak otsus karena bagi rakyat Papua bahwa yang diinginkan bukan otsus, tapi hak menentukan nasib sendiri sebagai satu bangsa yang merdeka," kata Sam Awon dalam sebuah diskusi virtual, Selasa (25/5/2021).
Otsus secara perdana dikeluarkan pasca reformasi pada 1998. Sejak dilahirkan, rakyat Papua menolak keras dengan adanya otsus tersebut.
Selama 20 tahun, mereka menganggap otsus merupakan produk pemaksaan yang gagal. Karena menurut mereka yang juga berasal dari 110 organisasi masyarakat Papua itu, fakta yang terjadi di lapangan, sektor-sektor ekonomi, pendidikan dan kesejahteraan tidak bermanfaat bagi rakyat Bumi Cenderawasih.
Selain itu, otsus juga dianggap gagal dalam memihak, memberdayakan serta memproteksi tanah dan orang Papua.
"Otsus hanya menjadi rekayasa politik Jakarta untuk menghalau tuntutan-tuntutan damai bangsa Papua untuk menentukan nasibnya sendiri," ujarnya.
Di samping itu, Sam Awon menerangkan kalau rakyat Papua ingin adanya penyelesaian secara damai, demokratis dan tuntas berdasarkan prinsip-prinsip internasional nan bermartabat.
Baca Juga: Didatangi Sejumlah Ormas saat Aksi di PN Jaktim, Massa Papua Diminta Bubar
"Rakyat Papua telah menolak dengan tegas segala bentuk kompromi sepihak yang mengatasnamakan rakyat Papua dan agenda-agenda pembahasan yang berujung keputusan tanpa melibatkan rakyat Papua selaku subjek dan objek persoalan rakyat di tanah Papua," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Gaya Mewah Pelat Palsu: Sopir Alphard yang Cekcok dengan Satpam Kena Tilang
-
Foundation Viva Mana yang Paling Tahan Lama? Ini Pilihan dengan Klaim Waterproof dan Long Lasting
-
Ketika Institusi Publik Menjadi Arena Eksperimen Kebijakan
-
Kasus Debt Collector Kredivo di Purworejo Berakhir Damai, Perusahaan Perkuat Pengawasan Penagihan
-
Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi
-
Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun
-
Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?
-
Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
-
Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan
-
Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?