Suara.com - Sejumlah warga di RT 6, RW 3, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur sempat menolak menjalani swab test PCR untuk penelusuran pasien Covid-19. Sekarang ini pemukiman warga itu sedang di-lockdown.
Ketua RW 03, Sugi mengatakan awalnya ketika ada temuan beberapa kasus Covid-19, diadakan tes swab massal untuk warga RT, 06 itu. Namun sekitar 15 orang malah tak mau mengikutinya.
"Ada beberapa yang takut (ikut swab) sekitar 15-an," ujar Sugi saat dihubungi, Kamis (27/5/2021).
Sugi mengatakan selanjutnya aparat dari kepolisian dan TNI datang untuk menjemput para warga yang menolak tes. Akhirnya sekarang sekitar 400 lebih orang sudah menjalani swab test.
"Takut karena pikirannya disuntik, lalu satgas dan Polsek Ciracas dan Babinsa datang untuk mengedukasi," ucapnya.
Proses swab test juga saat ini masih berjalan sambil melakukan penanganan serta lockdown wilayah sesuai ketentuan. Selain itu dilakukan juga vaksinasi kepara para warga yang negatif.
"Sebagian besar sudah tes dan vaksin," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu wilayah di RT 6 RW 3 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur terpaksa dilockdown. Sebab, di lokasi itu, terdapat temuan banyak kasus Covid-19.
Camat Ciracas, Mamad mengatakan berdasarkan data terakhir yang ia terima, dilaporkan 17 orang positif corona. Berdasarkan aturan, jika ada temuan lebih dari lima rumah terdapat kasus Covid-19, maka harus dilakukan lockdown skala mikro.
Baca Juga: Pasien Positif Corona Nekat Kabur Dari RS Demi Makan Malam Romantis Bareng Tunangan
"Ada sekitar 17-an (positif) terakhir saya cek. di RT 6 RW 3 Ciracas. Satu RT," kata Mamad saat dikonfirmasi Suara.com, Kamis (27/5/2021).
Selain itu, pasien pertama di antara 17 orang itu disebutnya telah meninggal dunia. Wanita umur sekitar 30 tahun itu, kata Mamad, memiliki penyakit bawaan atau komorbid di paru-paru.
Meski demikian, pasien tersebut dikatakan Mamad sudah dalam kondisi negatif Covid-19 dan dipindah ke ruangan noncovid sebelumn wafat.
"Meninggal satu dari yang dirawat itu, sebelum meninggal dah negatif swabnya. awal masuk positif, dipindah ke RS Fatmawati, diswab negatif udah. Ada gangguan di paru-paru," tuturnya.
Mamad menyatakan kasus di wilayahnya ini bukanlah klaster lebaran. Sebab pasien pertama menulari orang lain sebelum lebaran kepada tetangga sekitarnya yang membantu pemindahan pasien ke rumah sakit.
"Awalnya dari sebelum lebaran. Kan itu diangkat ke rumah sakit pakai mobil, yang angkat pakai mobil itu begitu ke rumah sakit dicek positif. Enggak ada hubungan sama lebaran," ucapnya.
Berita Terkait
-
Usai AstraZeneca, Kini Vaksin Johnson & Johnson Diduga Sebabkan Kematian Warga
-
Pasien Positif Corona Nekat Kabur Dari RS Demi Makan Malam Romantis Bareng Tunangan
-
Bertambah Ratusan, Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Tembus 1.511 Orang
-
Meninggal Terpapar Covid-19, Nenek S Sempat Mengeluh Pusing dan Sesak Napas
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana
-
Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan
-
Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah
-
Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo
-
Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL
-
KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan
-
Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....
-
Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan
-
2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar