Suara.com - Sebuah curhatan dari seorang dokter viral di media sosial. Bukan tenpa sebab, pasien yang ia tangani tidak percaya dengan penjelasan diagnosanya.
Melalui akun TikTok @Arieroma miliknya, ia menceritakan pengalamannya bersama seorang pasien wanita yang baru saja ia temui.
Sang pasien yang tidak diketahui identitasnya ini datang menemui sang dokter. Rupanya, dalam tubuh sang pasien ditemukan sebuah benjolan.
Dokter tersebut menjelaskan bahwa benjolan itu adalah tumor dan harus segera untuk diangkat.
"Buat mba yang datang ke poli ada benjolan, dokter bilang tumor harus diangkat," ujar sang dokter pada keterangan videonya.
Mendengar penjelasan dari sang dokter, sang pasien meresponnya dengan ketidakpercayaan. Ia justru bercerita pada sang dokter bahwa ia tengah ada masalah dengan sang saudara.
Kemudian ia menduga bahwa benjolan tersebut adalah kiriman santet dari sang saudara.
Tak menggubris omongan sang dokter, ia lebih memilih untuk menuju ke orang pintar atau dukun.
"Lebih milih mau nyari orang pnter dulu katanya," lanjut sang dokter.
Baca Juga: Update: Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Wisma Atlet Capai 2.013 Orang
Mendengar alasan tak masuk akal dari sang pasien, sang dokter pun geram. Ia hanya bisa melampiaskan kemarahannya melalui video TikTok miliknya.
Ia mencurahkan hatinya yang sudah lelah-lelah untuk menjelaskan panjang lebar. Alih-alih mendapat respon baik, sang pasien justru tidak diperca pada sang dokter.
Melihat curhatan tersebut, para warganet pun ramai-ramai memberikan komentar.
"Saya perawat tinggal di desa, edukasi sampe jungkir balik kalau sudah berkeyakinan seperti itu sangat sulit masuknya dok, kudu dowo ususe alias sabar," ujar warganet.
"Kasihan saudaranya difitnah nyantet," tambah yang lain.
"Sabar pak dokter, hpnya nggak salah jangan dislepet terus," timpal lainnya.
Berita Terkait
-
Update: Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Wisma Atlet Capai 2.013 Orang
-
Curhat Kumpul Keluarga Mobil sampai Penuhi Jalanan, Reaksi Tetangga Tak Terduga
-
Kisah Wanita Baru Saja Lulus Ujian SMA, Langsung Diajak Menikah Pria Palestina
-
Viral Suara Gemuruh Misterius di Bandung, BMKG Buka Suara
-
Pemilik Rumah Ini Protes Tetangga Gelar Hajatan Jalan Komplek Ditutup
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!