Suara.com - Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan keributan antara penumpang dengan petugas bandara.
Berdasarkan video yang beredar, penumpang tersebut tidak terima saat dirinya disuruh membayar biaya kelebihan bagasi pesawat.
Penumpang diketahui membawa oleh-oleh sehigga berat bagasi melebihi dan harus membayar kelebihan bagasi tersebut.
Akan tetapi, penumpang itu tidak terima apabila disuruh membayar kelebihan bagasi sebesar Rp 2 juta.
"Perdebatan panas antara Penumpang di Bandara (pemilik video menyebutnya di Medan) dengan petugas maskapai terkait biaya kelebihan bagasi Rp 2 juta, Penumpang keberatan karena harga oleh-olehnya yang dia beli pun tidak sampai 2 juta harganya," tulis akun tersebut, dikutip Suara.com.
Berdasarkan unggahan itu, kejadian ini terjadi di salah satu bandara yang berada di Medan.
Penumpang tersebut merasa keberatan karena harga oleh-oleh yang ia bawa pun tidak lebih dari Rp 2 juta.
"Saya beli kue aja nggak Rp 2 juta," ujar penumpang tersebut.
Penumpang tersebu mengaku tidak bisa membayar kelebihan bagasi tersebut apabila dirinya disuruh membayar sebesar Rp 2 juta.
Baca Juga: Wanita Curhat Kerasnya Hidup di Desa, Sering Disindir Ibu-ibu Jual Gorengan
Padahal, maskapai yang ia tumpangi sudah hampir lepas landas.
Berdasarkan unggahan tersebut, perdebatan itu pun berakhir setelah penumpang sepakat untuk meninggalkan oleh-olehnya.
Nantinya, oleh-oleh yang ditinggal di bandara itu akan diambil oleh pihak keluarga.
"Walau berdebat sengit akhirnya penumpang sepakat untuk meninggalkan oleh-oleh di bandara untuk dimabil pihak keluarga karena pesawat akan segera berangkat," tambah akun tersebut.
Kejadian ini pun mencuri perhatian warganet lainnya. Mereka ikut berkomentar mengenai aksi penumpang itu.
"Mungkin ibunya belum tahu kali peraturan penerbangan," balas warganet.
"Overload ya bayarlah, kecil kemungkinan di bandara ada pemalakan," ujar warganet.
"Mending kirim pakai ekspedisi," timpal warganet.
"Bagasi kan yang dihitung berat barang tersebut bukan harga barangnya. Soal harga barang sih urusan yang beli lah," komentar warganet.
Berita Terkait
-
Apes! Viral Bocah Bawa Motor Malah Kecebur Got, Publik Kasihan Sekaligus Ngakak
-
Wanita Curhat Kerasnya Hidup di Desa, Sering Disindir Ibu-ibu Jual Gorengan
-
Viral Pengakuan Wanita Kristen Suka Pakai Hijab, Transformasinya Bikin Terkesima
-
Sering Disindir Ibu-ibu Karena Jual Gorengan, Pemuda Beri Balasan Menohok
-
Ditolak Mantan Calon Mertua karena Bukan PNS, Wanita Hamil di Luar Nikah
Terpopuler
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Vatikan Tolak Undangan Masuk Board of Peace
-
Menag: Ramadan 1447 H Momentum Perkuat Kesalehan Sosial dan Hidup Tak Eksploitasi Alam
-
Brak! Pagar Rumah Jusuf Kalla di Jaksel Roboh Diseruduk Mobil Hyundai Santa Fe, Begini Kondisinya
-
Belum Siap Beri Keterangan, Pemerintah-DPR Minta MK Tunda Sidang Uji Materiil UU Guru dan Dosen
-
Mendagri Ungkap Data Pascabencana: 29 Desa Hilang Diterjang Banjir dan Longsor di Sumatra
-
Bantuan Pangan Diaspora Aceh di Malaysia Terganjal Bea Cukai, Mendagri 'Ngadu' ke DPR
-
Boleh Buka Puasa di KRL Saat Ramadan 1447 H, Ini Aturan dari KAI Commuter
-
KPK Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Kasus DJKA
-
RS Wajib Terima Pasien PBI Darurat! Bakal Ada BPJS yang Kontrol
-
Mabuk Berat, Pria 24 Tahun Ngamuk dan Tusuk Warga di Duren Sawit