Suara.com - Watchdoc Documentary mendapatkan perhatian publik karena memproduksi film dokumenter KPK The End Game. Film tersebut menampilkan cerita para pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).
Produser Watchdoc, Indra Jati mendapatkan pertanyaan sederhana dari netizen soal keberaniannya saat membuat film tersebut. Sebab tidak dapat dipungkiri soal adanya resiko besar ketika hendak membuka boroknya dari proses TWK para pegawai KPK.
"Kalau dibilang berani sih, sebenarnya saya juga takut. Maksudnya siapa sih yang enggak takut, satu kita tahu resikonya besar, yang kedua kita tahu pihak-pihak yang ada dalam film yang dibahas," kata Indra dalam acara Siapa Tanya Mereka Jawab yang disiarkan melalui YouTube Watchdoc Documentary, Rabu (16/6/2021).
Tidak mengelak akan rasa takut, Indra menerangkan bahwa dirinya bersama tim pun juga memiliki kekuatan untuk berani karena memiliki persiapan yang cukup matang untuk memproduksi film berdurasi hampir 2 jam tersebut. Mulai dari riset, pengumpulan data dan fakta, hingga pemilihan narasumber pun dilakukan tim produksi secara matang.
Untuk proses pembuatan film dokumenter tersebut, mereka mewawancarai 16 narasumber dengan durasi 20 jam. Tim produksi pun harus bekerja ekstra supaya 20 jam itu dipangkas menjadi 2 jam saja.
Dalam proses produksi itu pula, Indra menuturkan bahwa pihaknya selalu menerapkan pengedali mutu atau quality control.
"Jadi QCnya enggak cuman sekedar QC sinematografi saja, tapi kami bikin semuanya dari segi seberapa aman datanya, seberapa cocok narasumbernya, dan lain-lain," ungkapnya.
"Jadi intinya kalau kami hidup dalam ketakutan juga enggak bagus, tapi kalau sok-sokan berani juga sama enggak bagus, juga bahaya. Tapi kami harus bisa menari di dalam situ lah, kami bisa mencoba buat menyiasatinya," ucapnya.
Film dokumenter The End Game diputar serentak pada 70 titik di Indonesia pada Sabtu (5/6/2021) malam. Beberapa pihak dan organisasi juga menggelar acara nobar film dokumenter tersebut.
Baca Juga: Daftar Nama 24 Pegawai KPK Tak Lolos TWK, 8 Orang Menolak Dibina karena Janggal
Pada film berdurasi 2 jam ini, diungkapkan kesaksian belasan pegawai dari 75 pegawai KPK yang dianggap gagal tes wawasan kebangsaan (TWK) sebagai syarat peralihan status kepegawaian menjadi Aparatus Sipil Negara (ASN).
Dalam film tersebut, pegawai KPK yang dibebas tugaskan memberikan kesaksian bahwa TWK dinilai diskriminatif dan tidak masuk akal.
Berdasarkan keterangan mereka, tes tersebut justru tak ada hubungannya dengan kompetensi mereka sebagai orang yang menangani kasus korupsi. Hal ini, yang mengakibat tes itu akhirnya kontroversial.
Beberapa pertanyaan saat tes berupa seperti lebih memilih Pancasila atau Al-Qur’an?, Mau tidak untuk melepas kerudung? Kalau pacaran ngapain aja? Kenapa belum menikah? dan justru tidak ada pertanyaan terkait job desk mereka di KPK.
Penonaktifan belasan pegawai KPK tersebut juga berdampak pada terhentinya beberapa kasus korupsi besar yang tengah ditangani. Diantaranya kasus korupsi dana bansos, kasus korupsi simulator sim di Polri, korupsi benih lobster yang melibatkan menteri Edhy Prabowo, hingga kasus Harun Masiku. Buntutnya hal ini dapat melemahkan KPK.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Nur Alam Masuk PSI Meski Berstatus Bebas Bersyarat, KPK Ingatkan Parpol Utamakan Rekam Jejak Kader
-
Kondisi Selat Hormuz Terkini Setelah AS - Iran Damai
-
Jangan Salahkan Rakyat! Ekonom Sebut Tata Kelola Pemerintah Jadi Biang Kerok Daya Beli Lesu
-
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang Pemerintah: Bukan Abu-abu, Tapi Teman yang Jujur
-
Kabel Menjuntai Renggut Nyawa Siswi SMAN 6 Jakarta, Pramono Turun Tangan
-
Ketua DPR Iran ke AS: Jangan Minta Hal Berlebihan, Kami Tak Ragu Menghancurkan
-
Giliran Kelompok Tani Geruduk Patung Kuda, Suarakan Pengaruh MBG Hingga Reforma Agraria
-
Alasan KPK Belum Periksa Anggota Pansus Haji Diduga Terima 1 Juta Dolar AS
-
Pagar Masih dari Bambu, Gibran Janjikan Revitalisasi Sekolah untuk Wilayah 3T
-
Jakarta Ramai Unjuk Rasa, Pramono Ingatkan Massa Peserta Aksi: Jangan Sentuh Fasilitas Umum