Suara.com - Seorang pria menceritakan kisahnya yang berhasil lolos dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil atau seringkali disingkat CPNS.
Kisah tersebut ia bagikan melalui akun TikTok pribadinya dan menjadi FYP di linimasa TikTok. Menurut penuturannya, sang ayah ingin sekali dirinya untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Papa ngomong, Dek, papa mau punya anak yang jadi PNS juga kayak papa," tulis keterangan video tersebut.
Padahal, saat itu ia sudah bekerja di salah satu klinik di Jakarta.
"Saat itu aku bekerja di salah satu klinik di Jakarta selama 2 bulan," tambahnya.
Akhirnya, demi menuruti permintaan sang ayah, pria dengan akun TikTok Alexsandracipta ini pun resign atau keluar dari pekerjaannya.
"Akhirnya aku resign, dan mengatur semua berkas yang harus disiapkan," ucapnya.
Setiap hari, pria tersebut belajar secara intensif. Ia menolak berbagai pekerjaan yang datang kepadanya. Ia juga seringkali menolak ajakan kawan-kawannya untuk sekedar nongkrong.
"Belajar setiap hari, dan nolak beberapa kerjaan yang masuk termasuk ajakan nongkrong," tuturnya.
Baca Juga: Pernah Nakal Sampai Dipenjara, Pria Buktikan Bisa Lulus Sekolah Kedinasan
Hingga tiba saatnya seleksi, ia pun mengikuti tes awal atau Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) hingga akhirnya ia dinyatakan lolos.
Sebelum mengikuti tes berikutnya, ia berdoa apabila ia dinyatakan tidak lolos tetap sabar dan ikhlas. Selain itu, ia juga berharap agar sang ayah tidak kecewa kepada dirinya.
"Sebelum tes, malemnya aku solat sambil nangis dan berdoa, kalo aku nggak lolos aku mohon beri aku keikhlasan dan jangan patahin semangat aku untuk coba lagi tahun depan,.. dan minta semoga papa bisa terima apapun hasilnya," tuturnya.
Beruntungnya, pria tersebut diterima menjadi seorang PNS. Ia lolos semua tahap seleksi dipercobaan pertamanya. Berkat hal tersebut, sang ayah pun sangat bangga dan bahagia.
"Pas tau lulus, sampe nangis dan peluk papa sambil papa ngomong ke aku 'papa udah merasa berhasil kuliahin kamu dek'," tulis pria tersebut.
Melihat video TikTok ini, para warganet pun turut memberikan komentar. Banyak dari mereka yang ingin mengikuti jejak pria tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Pernah Nakal Sampai Dipenjara, Pria Buktikan Bisa Lulus Sekolah Kedinasan
-
Tolak Vaksinasi, Tambahan Penghasilan PNS Kota Pariaman Tak Dibayarkan
-
Salut! Anak Petani Ini Jadi Kepala Sekolah di Usia 23 Tahun, Bikin Warganet Baper
-
Puluhan PNS di Kota Bogor Terpapar COVID-19, Bima Arya Tutup Balai Kota
-
Bupati Cianjur Larang PNS Kerja Dinas Luar, Loh Kenapa?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi
-
Prabowo Beri Mandat ke Dirut Baru Pertamina: Pecat Siapa Saja yang Tidak Bagus!
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT
-
MAKI Laporkan Rekening Gendut Istri Pejabat Kemenag Senilai Rp32 Miliar ke KPK
-
Setelah Resmikan Proyek Besar di Balikpapan, Apa Agenda Rahasia Prabowo di IKN?
-
Sadar Direksi BUMN Ndablek, Prabowo: Sudah Rugi Malah Minta Tantiem
-
Donald Trump Makin Berani! Ketua The Fed Jerome Powell Dihadapkan Kasus Kriminal
-
Gegara Bobby Nasution Tak Dipanggil, Boyamin MAKI Temui Dewas KPK Bawa Bukti Rekaman Sidang
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan