Suara.com - Seorang pria ditangkap di Kuwait karena mengeluh tentang cuaca. Pria asal Mesir ini memposting video di TikTok dan menyoroti badai pasir yang sedang terjadi di negara teluk itu.
Menyadur Independent Rabu (30/06), pria yang belum diidentifikasi itu terdengar mengeluh karena badai pasir sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Saya berada di dalam badai debu sekarang, saya benar-benar tidak bisa melihat apa pun di depan saya,” kata pria itu, menunjukkan debu yang melapisi jalan raya seperti kabut tebal.
“Baik, Kuwait, baiklah,” tambahnya yang mengumpat dalam bahasa Arab. Klip itu menjadi viral di Twitter, mengumpulkan puluhan ribu tampilan.
Kementerian Dalam Negeri Kuwait, mengatakan pada hari Minggu akan mengambil tindakan hukum yang diperlukan terhadapnya.
Ia juga menyebut orang di balik video tersebut ofensif sehingga harus ditangkap dan dirujuk ke pihak berwenang.
Menanggapi penangkapan pria Mesir di negaranya, sejumlah pengguna media sosial Kuwait mengunggah video mereka yang menghina cuaca di negaranya sendiri.
Independent melaporkan negara Teluk Arab memiliki parlemen yang blak-blakan dan kehidupan sipil yang relatif hidup.
Namun media ini juga melnyebut pihak berwenang sering menggunakan undang-undang kejahatan dunia maya untuk menuntut para pembangkang.
Baca Juga: Untuk Panduan PMI, KBRI Kuwait Luncurkan Buku Saku Ketenagakerjaan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang