Suara.com - Video pendakwah curiga PPKM Darurat cuma jebakan agar tidak ada perayaan Idul Adha beredar di media sosial.
Video pendakwah curiga PPKM cuma jebakan agar tidak ada perayaan Idul Adha ini sudah dibagikan oleh akun TikTok dan Twitter.
Salah satu akun Twitter yang membagikan video penceramah curiga PPKM Darurat cuma jebakan adalah @lettachantik.
Dalam potongan video tersebut tampak seorang pendakwah sedang memberikan ceramah. Awalnya ia menanyakan soal lamanya Pembatasan Makro.
"Ini mohon maaf Pembatasan Makro ini sampai tanggal berapa?" tanya pendakwah.
"Tanggal 20? Tanggal 20 Idul Adha lho. Nanti ada Idul Adha nggak?" tanyanya lagi.
Selanjutnya pendakwah dalam video tersebut curiga ada 'jebakan'.
"Ini rupanya jebakan-jebakan luar biasa, kok sampai tanggal 20?," katanya.
Lebih lanjut pendakwah mengatakan bahwa ia curiga ada upaya menghalang-halangi supaya tidak ada Idul Adha.
Baca Juga: Minta Anies Cabut Izin Perusahaan Langgar PPKM Darurat, Nasdem: Harus Keras
"Nanti di tanggal 20 itu Idul Adha dan potong-potong kurban, rupanya untuk dihalang-halangi supaya tidak ada Idul Adha ini, naudzubillah min Dzalik," ujarnya.
Penceramah juga menyebut, dalam situasi pandemi Covid-19 ada juga iblis dalam bentuk manusia yang menakut-nakuti. Termasuk pemimpin yang menakut-nakuti warganya.
“Ini semakin takut kita, semakin takut kita, iblisnya semakin senang. Sebab kita tidak lagi menghadirkan kebesaran Allah,” tandasnya.
Dirinya lantas mengingatkan untuk lebih takut kepada Allah SWT daripada takut kepada pandemi Covid-19.
Video pendakwah curiga PPKM Darurat cuma jebakan agar tidak ada perayaan Idul Adha ini viral dan mendapat banyak respons dari warganet. Rata-rata warganet menyayangkan ujaran penceramah tersebut.
Berita Terkait
-
Kapan Idul Adha 2026 Tiba? Ini Perkiraan Tanggalnya
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Raih Capaian Gemilang, Pengunjung Vasaka Hotel Naik Signifikan Saat Libur Panjang Idul Adha
-
Dampak PHK: Jumlah Orang Berkurban Idul Adha 2025 Anjlok!
-
Sebar Qurban 2025: Menjangkau 202 Ribu Penerima di 130 Kota dan 9 Negara
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi