Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria mengajukan protes pada presiden dan pejabat terkait penerapan PPKM viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pria itu meminta presiden dan para pejabat untuk memposisikan diri sebagai rakyat di saat penerapan PPM seperti saat ini.
Ia juga mengatakan banyak rakyat yang harus bekerja setiap hari agar bisa makan di hari itu, yang harus bekerja harian agar bisa membeli beras.
"Teruntuk bapak presiden dan para pejabat yang terhormat, coba posisikan diri anda seperti rakyat, yang cari nafkah di hari itu untuk makan di hari itu, yang kalau nggak gerak nggak ada uang untuk sekadar beli beras," ucap pria tersebut dalam videonya, seperti dikutip Suara.com, Rabu (7/7/2021).
Jangan samakan rakyat kecil dengan pejabat
Pria tersebut lantas mengatakan agar para pejabat tak menyamakan hidup mereka dengan rakyat kecil. Pria tersebut mengatakan bahwa di saat PPKM, para pejabat bisa tenang karena masih mendapat gaji dari negara.
"Tolong jangan samakan mereka seperti anda, Pak, yang ketika PPKM masih dijamin hidupnya oleh negara, sehingga tenang saat peraturan datang," ujarnya lagi.
"Please berlaku adil Pak, rakyat setuju dengan aturan yang bapak buat, tapi tolong jamin hidup rakyat," ujarnya lagi.
Sarankan utang negara lain
Baca Juga: Sudah PPKM Darurat, Warga Tabanan Belum Jelas Dapat Bansos COVID-19
Dalam videonya, pria tersebut juga menyarankan agar pemerintah berutang pada negara lain apabila sudah tak punya uang untuk menjamin hidup rakyat selama PPKM.
Ia juga mengkritik pemerintah yang berani berhutang demi membangun infrastruktur dan juga menyinggung soal korupsi.
"Kalau nggak punya uang, ngutang sama negara lain untuk hidupi rakyatmu, jangan cuma berani ngutang untuk alasan infrastruktur yang ujung-ujungnya juga dikorupsi," tutur pria tersebut.
Minta analisa tingkat keberhasilan PPKM
Selanjutnya, pria tersebut meminta pemerintah agar menganalisa tingkat keberhasilan PPKM yang saat ini sedang berjalan.
Ia menyebut turunnya angka penyebaran Covid tak sebanding dengan angka PHK, usaha yang gulung tikar, dan naiknya angka kemiskinan serta kematian akibat kelaparan.
Berita Terkait
-
Wisata Bali Ditutup, Warga Keluar Masuk Karangasem Akan Diusir Tanpa Tujuan Jelas
-
Bantah Langgar PPKM Darurat usai Dimaki-maki Anies, Equity Life Ngaku Perusahaan Esensial
-
Dimulai Sejak Pagi, Berikut Jadwal Baru Penutupan Jalan di Kota Bandung
-
Perusahaan Esensial Abaikan PPKM Darurat, Bupati Cianjur: Siap-Siap Urusan Sama Polres
-
Sudah PPKM Darurat, Warga Tabanan Belum Jelas Dapat Bansos COVID-19
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September
-
Serdadu dari Neraka: Warga Sipil di Tengah Konflik Pemerintah dan GAM
-
Buruan Antre, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp2,65 Juta/Gram
-
Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu
-
Energi Mikrohidro Bisa Bikin Biaya Pertanian Lebih Efisien, Begini Caranya
-
Jateng Kejar Tuntas Sensus Ekonomi 2026, Wagub Minta Pendataan Dipercepat dalam Tiga Pekan
-
Telkom Akses Percepat Pemerataan Konektivitas Lewat Transformasi Operasional
-
Bos Konter HP Diduga Dirampok di Ambarawa, Jenazah Ditemukan di Grobogan
-
Pemanasan Menuju Jakarta International 10K, Ribuan Pelari Tutup Tur 4 Kota di Surabaya
-
Cadangan Devisa Dirilis Hari Ini, Rupiah Tertekan ke Level Rp17.934