Suara.com - Lembaga survei Median mencari tahu seberapa banyak tingkat kepercayaan publik terhadap vaksin Covid-19. Hasilnya sebanyak 41,1 persen responden percaya akan vaksin. Kemudian 10 persen responden juga memilih sangat percaya dengan vaksin Covid-19.
"Sehingga disini yang menyatakan percaya dan sangat percaya terhadap vaksin itu kurang lebih 51 persenan," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat memaparkan hasil surveinya, Rabu (7/7/2021).
Kendati demikian, terdapat pula 38,6 persen responden yang masih ragu-ragu terhadap keamanan dari vaksin Covid-19. Lalu sebanyak 7,1 persen responden memilih tidak percaya dan 3,2 persen responden memilih sangat tidak percaya.
Kalau dibedah berdasarkan usia, survei Median menemukan bahwa semakin tua maka tingkat kepercayaannya atas vaksin Covid-19 justru melemah dan tingkat keraguannya malah meningkat.
Itu terlihat dari hasil survei yakni kepercayaan responden berusia 50 hingga 60 tahun mencapai 47,5 persen, yang tidak percaya 5 persen dan ragu-ragu 47,5 persen.
Sementara untuk responden 60 tahun ke atas, tingkat kepercayannya mencapai 37,5 persen, tidak percaya 12,5 persen dan 50 persen ragu-ragu.
Temuan survei Median tersebut menjadi konta produktif ketika melihat kebijakan pemerintah memprioritaskan lanjut usia untuk divaksin bersamaan dengan tenaga kesehatan.
"Justru di usia kritikal ini di atas 50 tahun di atas 60 tahun itu tingkat kepercayaan terhadap vaksin rendah, tingkat keragu-raguannya juga tinggi."
Survei tersebut dilakukan menggunakan rancangan non-probability sampling pada 21 Juni hingga 26 Juni 2021. Survei dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner berbasis Google Form melalui Facebook dengan target pengguna aktif berusia 17 hingga 60 tahun ke atas.
Baca Juga: Warga Kalteng Ngamuk Gara-gara Tak Kebagian Vaksin, Alat-alat Milik Nakes Dirusak!
Berita Terkait
-
5,6 Persen Publik Sebut Covid Biasa-biasa Saja, Lembaga Survei Median: Angka Membahayakan!
-
Nakes sampai Trauma, Pria yang Ngamuk karena Tak Kebagian Vaksin Ternyata Tukang Onar
-
Warga Kalteng Ngamuk Gara-gara Tak Kebagian Vaksin, Alat-alat Milik Nakes Dirusak!
-
Warga AS yang Divaksin Bakal Tembus 160 Juta, Biden Kini Fokus Hadapi Varian Delta
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan
-
Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?