Suara.com - Kisah seorang pria asal Bandung bernama Gusman Suherman menjadi perbincangan publik. Bukan tanpa alasan, dirinya diberitakan oleh media asing Australian Broadcasting Corporation (ABC) pasca kehilangan ayahnya setelah terinfeksi Covid-19.
Gusman Suherma menceritakan, sang ayah termakan hoaks soal konspirasi Covid-19 yang diterima melalui pesan singkat di WhatsApp.
Tak mau dibawa ke Rumah Sakit
Melansir abc.net.au -- jaringan Suara.com, sang ayah dinyatakan positif terpapar virus Corona. Namun, ia menolak untuk dibawa ke Rumah Sakit.
Menurut penuturan komedian yang tinggal di Bandung tersebut, sang ayah menerima pesan yang beredar melalui aplikasi WhatsApp.
Pesan tersebut berisi informasi bahwa apabila sang ayah pergi ke Rumah Sakit, ia akan di-Covid-kan.
"Almarhum bapak kemakan hoaks yang katanya kalau ke rumah sakit akan di-COVID-kan," kata Gusman.
Parahnya, ayahnya tersebut mempercayai pesan itu. Efeknya, sang ayah tidak mau dibawa ke rumah sakit meski kondisinya kian memburuk.
"Efeknya ketika sakit, beliau enggak mau dibawa ke rumah sakit padahal kondisinya sudah lumayan buruk," tambah Gusman yang juga Podcaster untuk Belagu Podcast.
Baca Juga: Penyebaran Berita Hoaks Terkait Penanganan Pasien Covid-19
Khawatir teori konspirasi
Sebelumnya, Gusman mengerti bahwa banyak informasi yang salah mengenai COVID-19, termasuk teori konspirasi yang beredar.
Awalnya, ia tidak peduli jika ada orang yang percaya dengan teori konspirasi.
Namun, kematian sang ayah menyadarkannya betapa mengkhawatirkan teori konspirasi tersebut.
"Saya khawatir kalau informasi ini sampai ke orang-orang yang malas mencari tahu kebenaran atau membaca, seperti grup di WhatsApp," ujarnya.
Ia menambahkan banyak orang yang langsung menelan informasi bulat-bulat dari WhatsApp karena sulit mencari informasi tandingan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik