Suara.com - Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Retno Listyarti mengatakan, hingga saat ini belum ditemukan penolakan terhadap program vaksinasi untuk anak.
“Penolakan vaksinasi untuk anak belum terlihat, karena beberapa sekolah yang menjadi tempat vaksin menyatakan hampir 100 persen yang mau divaksinasi hadir. Hanya ada yang kemudian tidak bisa divaksinasi karena sedang sakit atau kondisi kurang fit,” kata Retno dalam webinar di Jakarta, Rabu (7/7/2021).
Hasil pengawasan KPAI menemukan bahwa sebagian besar orang tua yang diwawancarai mengakui mengizinkan anaknya divaksinasi agar dapat mengikuti pembelajaran tatap muka.
Program vaksinasi untuk anak yang berusia 12 hingga 17 tahun telah dimulai di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Vaksinasi untuk anak tersebut diberikan hanya dengan memberikan salinan kartu keluarga dan surat izin orang tua agar anaknya dapat divaksinasi.
Retno menambahkan hingga saat ini, data anak-anak yang terkonfirmasi Covid-19 sulit diperoleh. Anak-anak merupakan kelompok rentan yang terpapar Covid-19, terutama dari klaster keluarga.
“Untuk itu, perlu ada percepatan vaksinasi pada anak terutama yang berusia 12 hingga 17 tahun,” imbuh dia.
Sebagian besar sekolah di Tanah Air belum menggelar pembelajaran tatap muka, namun sudah banyak anak yang terinfeksi Covid-19. Selain mempercepat vaksinasi bagi anak, KPAI juga meminta percepatan vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan.
Pemberian vaksinasi pada 5,6 juta guru dan tenaga kependidikan di seluruh Tanah Air belum tuntas hingga Juni 2021. Salah satu penyebabnya adalah ketersediaan vaksin yang terbatas di luar Jawa. (Antara)
Baca Juga: KPAI: Banyak Anak-anak yang Orang Tuanya Bekerja di Rumah Sakit, Terpapar Covid-19
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan