Suara.com - Video seorang pria yang berlari-lari sampai tiba di depan peti jenazah orang tuanya menjadi viral. Momen itu semakin menghancurkan hati lantaran sang pria masih memakai tas dari perantauan.
Peristiwa menyesakkan itu dibagikan oleh akun Instagram @memomedsos pada Rabu (7/7/2021). Hingga berita ini dibuat, video itu telah disaksikan lebih dari 20 ribu kali.
"Sekuat apapun lelaki jika ia kehilangan sosok orang tua pasti ia akan menangis, apalagi disaat sedang merantau dan tidak bisa menemani semasa ortunya hidup," tulis akun itu dalam caption Instagram seperti dikutip oleh Suara.com, Rabu (7/7/2021).
Dalam video, nampak pria itu berlari menuju arah rumahnya. Pekarangan rumahnya sendiri telah dipenuhi oleh pelayat dan dipasang tenda sebagai tanda duka.
Sang pria nampak habis pulang dari perantauan dengan memanggul tas ranselnya. Ia diduga pulang setelah mendapatkan kabar orang tuanya tiada.
Pria ini nampak datang dengan berlari kencang menuju ke ruangan dalam rumah. Ia melewati kursi dan sesekali menabrak kursi tanpa mempedulikan pelayatnya.
Begitu sampai ke dalam rumah, tangisnya langsung pecah saat melihat orang tuanya sudah berada di dalam peti mati. Ruangan itu juga telah dipenuhi dengan kerabat hingga pelayat.
Tak kuasa menahan duka, pria itu meloncat dan berteriak. Ia seolah ingin menyentuh jenazah orang tuanya dengan tidak terknedali.
Aksinya itu langsung membuat para pelayat yang datang ikut hancur. Mereka beramai-ramai memeluk hingga menahan pria yang habis pulang dari perantauan itu.
Baca Juga: Tragis! Pria yang Nikahi Gadis India Ini Berakhir Diselingkuhi Sang Istri
Para pelayat juga menangis bersama pria itu. Sementara sang pria terus menangis histeris dan berteriak tidak mempercayai orang tuanya sudah tiada.
Dengan sedih, pelayat bergilir memeluk dan menenangkannya. Mereka menahan hingga terus mengucapkan kata-kata dukungan dengan tangisan.
Momen menghancurkan hati itu langsung mendapatkan perhatian warganet. Mereka beramai-ramai menuliskan komentar duka hingga mengaku ikut merasakan sakitnya kehilangan sambil menuliskan pengalaman.
"Gak kuat ih," sahut warganet.
"Maksudnya jangan ditahan," saran warganet.
"Seseknya sampai sini," aku yang lain.
Berita Terkait
-
Tragis! Pria yang Nikahi Gadis India Ini Berakhir Diselingkuhi Sang Istri
-
Viral Cewek Buka Jasa Sewa Pacarnya, Biaya Tambahan Rp 100 Ribu
-
Pria yang Viral Tolak Pakai Masker dan Tak Percaya Adanya COVID-19 Diamankan Polisi
-
Sering Tampil Cantik Pakai Bikini, Wanita Ini Bikin Kaget saat Ungkap Umur Aslinya
-
Tak Sengaja Terinjak Kucing, Wujud Kue Ultah Ini Bikin Warganet Salfok
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara