Suara.com - Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI) rutin menggelar web seminar atau Webinar yang mengupas persoalan-persoalan kekinian. Dalam webinar episode kali ini, Sabtu (10/7/2021), MIPI menghadirkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk membahas ujian sekaligus tantangan sistem pemerintahan daerah di Indonesia.
Webinar yang disiarkan melalui aplikasi Zoom dan channel YouTube MIPI itu juga dihadiri para pakar ilmu pemerintahan MIPI, media, akademisi, hingga masyarakat umum sebagai bagian dari praktik ilmu pemerintahan dalam tataran praktis, juga para pengambil kebijakan di tengah pandemi Covid-19.
Webinar bertajuk "Ujian dan Tantangan Sistem Pemerintahan Daerah Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19," ini dihadirkan MIPI, mengingat diperlukannya improvisasi dan terobosan taktis sebagai bagian implementasi ilmu pemerintahan, apalagi dalam kondisi tak biasa seperti pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan itu, Ganjar mengurai berbagai upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam menghadapi pandemi, lewat Jogo Tonggo, Jateng Di Rumah Saja, Lapak Ganjar, pembentukan Satgas Oksigen dan Aplikasi JOSS (Jateng Oxygen Stock System) dan sederet inovasi lainnya, dihadirkan untuk percepatan penanganan pandemi.
Meski menghadirkan orang nomor satu di Jateng, diskusi berlangsung cair. Ganjar yang akrab disapa Mas Ganjar, terbuka dalam menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan peserta webinar yang antusias mengikuti diskusi.
Tak hanya antusias, webinar MIPI kali ini juga bisa dikatakan diikuti oleh peserta terbanyak, dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah tak berhenti ditujukan oleh peserta kepada narasumber. Ganjar pun sesekali berseloroh, "Ayo 100 pertanyaan lagi boleh," katanya.
Webinar MIPI diharapkan memberikan kontribusi terhadap pemerintah yang berjalan di Indonesia. Dengan isu soal tantangan sistem pemerintahan di Indonesia pada masa pandemi, maka diharapkan muncul gagasan-gagasan baru bagi perbaikan sistem pemerintahan dan kebijakan yang dihasilkan di masa pandemi Covid-19.
Berita Terkait
-
Ganjar Cerita Soal Percepatan Tangani Covid-19 dengan Jogo Tonggo, Ini Kisahnya
-
Ganjar Evaluasi PPKM Darurat: Kurangi Pergerakan, Kunci dari Desa
-
Bantu Pedagang saat Pandemi, Ganjar Pranowo Minta ASN dan Masyarakat Banyak Jajan
-
Kasus Covid-19 Per Hari Masih Tinggi, Ganjar: Gubernurnya Nggak Pintar Kok
-
Beredar Ceramah Ustaz Das'ad soal Penutupan Masjid, Ganjar dan Anies Terkesima
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan