Suara.com - Sebuah unggahan dari seorang Make Up Artist (MUA) yang menjabarkan kisah pekerjaannya viral di media sosial.
Ia meruntut perjalanan kariernya mulai dari tahun pertama hingga tahun ke-5.
"Ada yang kayak gini?" tulis keterangan unggahan.
Curhatan tersebut diunggah melalui akun TikTok pribadinya dan menjadi FYP di linimasa TikTok.
Perjalanan karier
Menurut penuturan sang MUA, di tahun pertama ia merasa begitu bahagia untuk menjadi MUA. Ia yakin bahwa ia akan menjadi seorang MUA yang sukses.
"Fix gue bakal jadi MUA sukses nih," tulis keterangan video tersebut.
Pada tahun ke-3 menjadi MUA, dandanan dan semangat MUA tersebut mulai berbeda. Ia mengenakan riasan seadanya.
Ia mulai menyadari bahwa penghasilannya mulai tak terasa karena harus diputar untuk modal.
Baca Juga: Curhat Pria Emoh Bawa Kekasih ke Rumah, Ternyata Gara-gara 'Duo SIsters' Ini
"Penghasilan udah mulai nggak berasa karena semua harus diputer lagi buat modal," tambahnya.
Di tahun ke-5, penampilannya saat pergi bekerja di pagi buta terlihat sangat berbeda. Setelan bajunya nampak sederhana dengan hijab model instan berwarna biru dongker.
Ia pun menyadari bahwa riasannya seringkali dinyinyiri oleh orang lain. Tak tanggung-tanggung, riasannya pun dianggap jelek.
Selain itu, di tahun ke lima ia merasa hanya ada di posisi yang sama dan tidak berekembang.
Terlebih, modal yang diperlukan semakin bertambah besar. Disisi lain, harga sewa jasanya semakin menurun.
Respons warganet
Menyaksikan video ini, para warganet pun turut memberikan komentar. Beberapa di antara mereka memiliki kesamaan dengan MUA tersebut.
"Saya saat ini, ditambah suami kena Covid-19 juga. Harus ekstra sabar dan menjaga kewarasan," kata warganet.
"Apapun yang terjadi aku siap melewati tahun ke lima ke sepuluh. Semangat," tambah yang lain.
"Aku banget, dan akhir tahun 2019 masih belum maju-maju. Hasil job dipake buat beli perintilan-perintilan lainnya di putar-putar aja, tapi harus tetap semangat," sambung lainnya.
"Saya, tapi harus bangkit masa kalah sama yang baru setahun gitu aja sih," timpal warganet.
"Relate 10000000% tambah kena Corona mulai dari 0 lagi," ucap warganet.
Berita Terkait
-
Curhat Pria Emoh Bawa Kekasih ke Rumah, Ternyata Gara-gara 'Duo SIsters' Ini
-
Viral Pasien Covid-19 Ngamuk Minta Isoman, Ancam Mengadu ke Jokowi
-
Tangis Polisi Pecah, Dekap Bocah Yatim Piatu di Aceh Ceritakan Unek-unek Hidupnya
-
Viral Angkringan Drive Thru Ala Restoran Cepat Saji, Terobosan saat Pandemi
-
Terkuak Rahasia Mengejutkan dr Faheem Younus Fasih Berbahasa Indonesia
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Status Bendung Katulampa Naik ke Siaga 3, Air Kiriman Diprediksi Terjang Jakarta Malam Ini
-
Guru SD di Jember Telanjangi 22 Siswa, Anggota DPR: Bisa Diproses Tanpa Laporan
-
Bima Arya Desak Bupati-Wakil Bupati Jember Selesaikan Konflik Elegan
-
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
-
Musim Hujan Picu Jalan Berlubang, Bina Marga Pasang Imbauan Keselamatan
-
Kolaborasi Penerima Bansos dan Kopdes Merah Putih, Kemensos Bantu Kadang dan Ayam Petelur
-
Golkar Target Menang Pemilu 2029, Kaderisasi Jadi Kunci Transformasi
-
Peringatan Dini Cuaca BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabodetabek Sore Ini
-
Kisah Anak-Anak Terpinggirkan di Kebumen Jadi Perhatian Gus Ipul
-
Pramono Larang PKL Jualan di Trotoar, Penertiban Diminta Permanen