Suara.com - Sama seperti Indonesia, Malaysia juga tengah berjibaku melawan penyebaran virus corona. Terkini, pusat vaksinasi di Negeri Jiran itu terpaksa ditutup sementara setelah sedikitnya 200 pekerjanya terinveksi Covid-19.
Menyadur laman VOA Indonesia, Rabu (14/7/2021), Menteri Sains Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan pusat vaksinasi COVID-19 di Malaysia pada Selasa (13/7/2021), diperintahkan ditutup untuk disanitasi.
Keputusan itu diambli setelah lebih dari 200 sukarelawan dan pekerja di pusat vaksinasi itu dinyatakan positif selama akhir pekan.
Khairy mengatakan, kepada wartawan, seperti dikutip VOA dari Reuters, bahwa mereka yang divaksinasi pada 9-12 Juli di pusat itu, sekitar 25 km di luar Kuala Lumpur, disarankan mengisolasi diri selama 10 hari
Fasilitas itu memiliki kapasitas sekitar 3.000 dosis setiap hari. Menurut Khairy, dari 453 pekerja dan sukarelawan yang diperiksa, 204 dinyatakan positif.
Insiden itu terjadi sementara Malaysia melaporkan 11.079 infeksi baru virus corona pada Selasa (13/7). Itu adalah jumlah kasus terbanyak yang tercatat dalam satu hari sejak dimulainya pandemi.
Khairy menambahkan pusat vaksinasi itu akan melanjutkan vaksinasi pada Rabu (14/7) setelah sanitasi dan penggantian staf.
Berita Terkait
-
Hidayat Nur Wahid Minta Kemenag Gerak Cepat Agar WNI Bisa Kembali Berhaji
-
Dikabarkan Kena Covid-19, Ustaz Abdul Somad Singgung Jin Kafir
-
Videografis: Cara Lakukan Teknik Proning untuk Tingkatkan Kadar Oksigen Pasien Covid
-
Pantau Lewat Daring, Jokowi Tanya Pelajar yang Disuntik Vaksin Covid-19: Sakit Ndak?
-
Terinfeksi Corona Usai Dosis Pertama, Perlukah Lanjut Vaksin Covid-19 Dosis Kedua?
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel
-
Ekonom UGM: Pemindahan Ibu Kota ke IKN Masuk Fase Ketidakpastian, Berisiko jika Dipaksakan Pindah