Suara.com - PM Inggris Boris Johnson dan Kanselir Menteri Keuangan Rishi Sunak akhirnya melakukan karantina mandiri setelah kontak dengan Menteri Kesehatan yang dinyatakan positif corona.
Menyadur Guardian, Selasa (19/07), Boris Johnson dan Rishi Sunak sebelumnya enggan melakukan karantina dengan alasan ambil bagian dari skema percontohan.
Aksi ini memicu protes dari anggota publik dan anggota parlemen Konservatif. Keputusan karantina mandiri akhirnya diambil ketika Inggris berencana membuka banyak pembatasan Covid pada hari Senin.
Itu berarti perdana menteri, kanselir, dan sekretaris kesehatan semuanya akan karantina mandiri ketika pembatasan dicabut di seluruh Inggris mulai Senin.
"Perdana menteri telah dihubungi oleh tes NHS dan melacak untuk mengatakan ada kontak seseorang dengan Covid."
"Dia berada di Checkers saat dihubungi melalui tes dan penelusuran dan akan tetap di sana untuk mengisolasi. Dia tidak akan ambil bagian dalam uji coba."
“Dia akan terus melakukan pertemuan dengan menteri dari jarak jauh. Kanselir juga telah dihubungi dan juga akan diisolasi sesuai kebutuhan dan tidak akan ambil bagian dalam uji coba.”
Sementara itu Sunak mencuit alasannya untuk tak terlibat dengan uji coba ini.
“Sementara uji coba dan pelacakan cukup ketat, hanya mengizinkan bisnis pemerintah yang penting, saya menyadari bahwa bahkan perasaan bahwa aturan tidak sama untuk semua orang adalah salah. Untuk itu saya akan karantina mandiri.”
Baca Juga: Max Verstappen Kecelakaan, Hamilton Juarai F1 GP Inggris Kedelapan Kalinya
Menteri Kesehatan Sajid Javid dinyatakan positif virus corona pada Sabtu. Perdana menteri dilaporkan telah mengadakan pertemuan panjang dengannya di Downing Street pada hari Jumat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter