Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menilai teladan yang diberikan keluarga Nabi Ibrahim AS dapat dijadikan solusi untuk menghindari perilaku koruptif di Indonesia.
"Tidak berlebihan jika kami menilai esensi, makna, dan nilai-nilai kehidupan dari teladan yang diberikan keluarga Nabi Ibrahim AS adalah solusi dari permasalahan besar bangsa kita, yaitu laten korupsi serta perilaku koruptif yang masih berurat akar di Republik ini," kata Firli, hari ini.
Ia mengatakan kisah Nabi Ibrahim AS, Siti Hajar, dan Nabi Ismail AS banyak memberikan teladan baik bagi kehidupan umat manusia tentang arti dan makna sebuah pengorbanan, kepatuhan, keikhlasan serta keberanian luar biasa dan tekad kuat untuk menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.
"Negeri ini butuh anak-anak bangsa yang memiliki keberanian luar biasa layaknya seorang Ismail, kerelaan dan keikhlasan sejatinya Siti Hajar, keteguhan segenap hati serta jiwa ayah bernama Ibrahim dalam Perang Badar melawan korupsi yang telah menggurita di negeri ini," ujar Firli.
Bercermin dari keluarga Nabi Ibrahim AS dan Hari Raya Idul Adha, ia mengatakan hal tersebut seyogyanya dijadikan momentum untuk menjauhkan diri dari perilaku koruptif serta menghilangkan sifat tamak.
Firli mengatakan dalam perspektif sejarah Islam, sebuah riwayat hadits bahkan menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW enggan mensalatkan jenazah seseorang yang melakukan penggelapan harta.
"Alasan Nabi Muhammad SAW enggan mensalatkan jenazah tentara tersebut adalah almarhum telah menggelapkan harta yang bukan menjadi haknya. Meskipun demikian, Rasululllah memerintahkan para sahabat untuk mensalatkan jenazah almarhum sebelum dikebumikan," kata dia.
Ia mengharapkan keteladanan dari kisah Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW membuat masyarakat ikut berjuang melawan korupsi di Indonesia.
"Mari kita rayakan Idul Adha, Hari Raya Kurban dengan sederhana, beribadah bersama keluarga di rumah saja dan tetap meriahkan lebaran dengan bersilaturahim ke sanak famili, keluarga, teman, sahabat melalui tatap muka langsung via online dan senantiasa berdoa memohon kehadirat Allah SWT dalam Perang Badar bangsa ini melawan korupsi di NKRI," kata Firli. [Antara]
Baca Juga: Tembak Laser untuk Kritik Firli Cs, KPK Laporkan Greenpeace ke Polres Jaksel
Berita Terkait
-
Tersangka Korupsi Kini 'Dilindungi' dari Konferensi Penetapan KPK Imbas KUHAP Baru
-
Jelang Rakernas 2026, PDIP Terbitkan Instruksi Keras Larang Kader Korupsi
-
Terpopuler: Harta Yaqut Cholil Meroket Setara McLaren, 5 Mobil Bekas untuk Karyawan UMR
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan
-
Tersangka Korupsi Kini 'Dilindungi' dari Konferensi Penetapan KPK Imbas KUHAP Baru
-
Kronologi Suap Pajak KPP Madya Jakut: Diskon Rp59 M Dibarter Fee Miliaran Berujung OTT KPK
-
Cuaca Hari Ini: Hujan Terjadi Hampir di Berbagai daerah dari Banten Sampai Yogyakarta
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi