Suara.com - Sebuah video memperlihatkan seorang oknum petugas berseragam BPBD yang menjaga di pos penyekatan memintai sejumlah uang kepada pengendara yang melintas tanpa membawa sertifikat vaksin atau hasil swab.
Aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan petugas tersebut diduga terjadi di pos penyekatan pintu Tol Kramasan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @video_jurnalis, tampak sebuah truk diadang oleh petugas berseragam oranye bertuliskan BPBD.
Petugas tersebut mengenakan topi dan masker menanyakan tujuan sopir truk membawa muatan tersebut.
"Ke Jakarta pak," kata si sopir truk seperti dikutip Suara.com, Jumat (23/7/2021).
Percakapan dalam video tersebut tak terdengar begitu jelas. Meski demikian, si sopir mengaku sudah menyetorkan uang sebesar Rp 50 ribu.
Mendengar hal itu, oknum petugas tampak mengangguk dan memanggil rekan petugas berseragam BPBD lainnya.
"Sama kayak yang tadi. Vaksin di Lampung pak. Tadi katanya kena ya Rp 50 ribu? Ya sudah," ujar si sopir.
Dari informasi yang dihimpun, oknum petugas BPBD tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian.
Baca Juga: Pemkot Bandar Lampung Jamin Stok Pangan Aman Selama PPKM
Sedikitnya ada lima oknum petugas Satgas Covid-19 yang menjaga pos penyekatan PPKM di Tol Kramasan.
Mereka merupakan eorang petugas honorer BPBD Kabupaten Ogan Ilir, dua orang honorer Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir, dan dua orang honorer Dinas Perhubungan Kabupaten Ogan Ilir.
Kelima pelaku memang kerap kali meminta uang dengan tarif bervariasi mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per truk.
Target pungli mereka adalah para sopir truk yang tak memiliki sertifikat vaksin atau hasil swab. Mereka diperbolehkan melintas setelah menyerahkan sejumlah uang.
Aksi pungli di pos penyekatan tersebut langsung viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Aksi para oknum yang nekat melakukan pungli di pos penyekatan itu mengundang kecaman keras dari publik.
"Corona jadi kesempatan buat pungli dan korupsi," kata seorang warganet.
"Pecat!" ujar warganet lain.
"PPKM gimana mau menyelesaikan Covid kalau begini," timpal warganet lainnya.
Video selengkapnya cek di sini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Pesta Belanja Jakarta Festive Wonder: Diskon Hingga 70 Persen di 80 Pusat Perbelanjaan Saat Ramadan
-
Gaji Tak Cukup, Kebutuhan Hidup Menumpuk: Guru Honorer Nekat Rangkap Jabatan Meski Dilarang Aturan
-
Memanas! Presiden Kuba Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei, Sebut AS-Israel Langgar Hukum Internasional
-
Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, Pemprov DKI Jamin Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Lebaran
-
Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan
-
Istana Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Wafatnya Wakil Presiden Ke-6 RI Try Sutrisno
-
Bandar Narkoba Setor Rp1,8 M ke AKP Malaungi Diburu! Polisi Beberkan Ciri Fisik Hamid alias Boy
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Kapolri: Stabilitas Keamanan Kunci Jaga Ekonomi di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran!
-
Gubernur NTB Koordinasi dengan Dubes Timur Tengah Pastikan Keselamatan Warga