Suara.com - Beredar sebuah video seorang pria tak terima saat dirinya dicegat oleh polisi di pos penyekatan.
Pria yang tengah mengendarai motor itu terlihat emosi dan meneriakkan 'PKI' ke petugas penyekatan.
Video tersebut dibagikan oleh akun Tiktok @sixxx_xj pada 12 Juli 2021 yang lalu.
Video itu pun viral. Pria pengendara motor itu tidak terima saat dirinya terkena penyekatan.
Akhirnya, ia pun diamankan di pos penyekatan. Pria tersebut mengaku khilaf saat dirinya menyebut polisi 'PKI'.
Tunjukkan Kartu Identitas
Dalam video tersebut, pria pengendara motor itu awalnya meminta agar dibukakan jalan.
Dia mengaku hendak pergi bekerja untuk mencari nafkah. Akan tetapi, jalanan tersebut dicegat oleh polisi lantaran aturan PPKM.
Pria tersebut terbawa emosi dan berteriak 'PKI'. Ia langsung dibawa polisi di pos penyekatan.
Baca Juga: Wanita Ini Dipuji Jaga Sikap di Samping Suami saat Eks Pacar 5 Tahun Datang ke Pernikahan
Dirinya mengaku khilaf ketika meneriakkan hal tersebut kepada petugas.
Polisi pun akhirnya meminta kartu identitas pria tersebut.
Tak disangka, pria itu memiliki sejumlah kartu identitas.
"Banyak juga kartu identitasmu," ujar seorang petugas, dikutip Suara.com.
Pria tersebut mengeluarkan satu per satu kartu identitas yang ia miliki.
"Ini kartu mana jadinya yang dipakai?" tanya petugas itu.
Polisi juga ikut memeriksa soal nomor plat kendaraan dengan STNK yang dibawa pria tersebut.
Akhirnya, pria tersebut diajak berfoto bersama dengan petugas yang ada di pos penyekatan itu.
Komentar Warganet
Unggahan tersebut menuai beragam komentar dari warganet.
"Mempersulit hidup rakyat, kalian sama-sama kerja seharusnya sesama pekerja hargai, sama-sama di sini menafkahi keluarga. Nggak ada rasa kemanusiaan banget," ujar warganet.
"Punya kartu banyak aja dicurigain," komentar warganet.
"Manfaat penyekatan ini apasih, yang ada bukan kelar masalah malah nambah susah masyarakat ini," balas warganet lain.
"Sakit hati lihatnya," kata warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Pria Ungkap Beda Pizza Harga Rp15 Ribu dengan Rp1 Juta, Publik Malah Emosi Lihat Endingnya
-
Viral Mobil Mundur Terobos Masuk Minimarket, Aksi Emak-emak Bikin Salfok
-
Momen Haru Tersangka Pengeroyokan Pamit ke Anak dan Istri, Netizen Beri Hormat ke Polisi
-
Protes Tak Bisa Jualan selama PPKM Level 4, PKL Nekat Ngaliwet di Tengah Jalan
-
Menikah Tanpa Dekorasi, Hasil Foto Pasangan Pengantin Ini Malah Bikin Kagum
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?