Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pandemi Covid-19 menunjukkan karakter orang sebenarnya. Di masa serba sulit ini, kata Anies, ada yang menjadi pahlawan dan juga penjahat kemanusiaan.
Mereka yang tergolong sebagai pahlawan adalah para petugas dan orang-orang yang ikut membantu penanganan pandemi. Mulai dari tenaga kesehatan, aparat keamanan, hingga mereka yang memberikan bantuan di tingkat RT-RW.
"Pandemi ini membukakan mata kita atas karakter manusia. Ribuan petugas di rumah sakit menyelamatkan nyawa sesama. Ribuan petugas di lapangan mengendalikan mobilitas penduduk. Ribuan petugas berada di lapangan di kampung-kampung merawat mereka yang isolasi mandiri," ujar Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (27/7/2021).
"Mereka adalah pahlawan-pahlawan di dalam pandemi ini," tambahnya menjelaskan.
Sebaliknya, muncul berbagai pihak yang memanfaatkan situasi serba sulit ini sebagai ajang mencari keuntungan. Mereka disebut Anies sebagai penjahat tak bermoral.
"Di sisi lain, kita menyaksikan orang-orang yang melakukan importasi ilegal orang-orang yang memanfaatkan momentum untuk mencari keuntungan komersial dengan cara yang salah. Mereka berseberangan," tuturnya.
Karena itu, Anies meminta agar pada pengusaha atau pihak manapun yang memiliki akses untuk membeli barang kebutuhan pandemi agar menjadi pahlawan. Tidak perlu sampai menaikan harga berkali lipat atau memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan lebih.
Mantan Mendikbud ini meminta agar jika ada barang seperti tabung oksigen, obat, dan sebabainya agar dijual dengan harga normal atau bahkan lebih murah demi membantu sesama.
"Carilah barang-barang itu, untuk siapa? Untuk saudara sebangsa yang membutuhkan bukan justru menjadi penyelundup bukan justru menjadi orang-orang yang saya istilahkan tadi penjahat kemanusiaan," pungkasnya.
Baca Juga: Sebut Kasus Covid-19 DKI Mulai Turun, Anies: Pandemi Belum Berakhir
Berita Terkait
-
Untuk Capai Herd Immunity, 208 Juta Warga Indonesia Harus Disuntik Vaksin Covid
-
Menyayat Hati, Anak Nakes Chat Berkali-kali Memohon Ibunya Cuti: Kasih Kami Napas
-
Kapolda Metro Serahkan 138 Tabung Oksigen Hasil Sitaan ke Anies
-
Arga dan Ketiga Saudaranya Dapat Bantuan dari Bupati Kukar Hingga Presiden
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?