Suara.com - Badai pasir dahsyat menyapu Dunhuang, sebuah kota yang terletak di dekat gurun Gobi, China, pada Minggu (25/7/2021) hingga membuat seluruh penjuru gelap.
Menyadur Straits Times Selasa (27/7/2021) badai pasir tersebut membentuk dinding yang tingginya diperkirakan mencapai 100 meter hingga menelan salah satu kota di China itu.
Kota yang juga sebagai destinasi wisata sejarah dan sebagai pos terdepan Jalur Sutra China, seakan menghilang tertelan badai pasir pada Minggu (25/7).
Seorang warga yang berada di lokasi kejadian, yang diketahui bermarga Zhang, mengatakan kepada Jimu News bahwa badai pasir datang tiba-tiba dan menyapu kota dalam lima menit.
"Saya tidak bisa melihat matahari," katanya. Ia juga mengungkapkan jika belum pernah menjumpai badai pasir sebesar itu dalam beberapa tahun terakhir.
"Awalnya saya diselimuti debu kuning karena badai pasir, lalu berubah menjadi merah dan akhirnya hitam." sambungnya.
Video detik-detik badai pasir dahsyat itu menghantam kota langsung beredar di media sosial. Banyak warganet yang tercengang dengan kejadian itu.
Di salah satu video yang beredar terlihat kondisi awalnya baik saja-saja, masih terlihat jelas bangunan dan awan yang berwarna biru.
Tiba-tiba datang badai pasir berwarna kuning yang sangat tinggi. Bahkan, gedung yang terlihat di video itu langsung menghilang diselimuti badai pasir.
Baca Juga: Ada Ratusan WNA Asal China di Bintan, Imigrasi: Mereka Tenaga Kerja, Punya Izin
Di video lain, terlihat petugas mengimbau kepada pengendara untuk berhati-hati karena jarak pandang yang sangat terbatas akibat badai pasir.
Dikutip dari ABC News, polisi memberlakukan buka tutup di gerbang tol dan mengarahkan pengendara untuk berhenti di rest area terdekat.
Akibat badai pasir tersebut, lalu lintas macet dan lebih dari 400 penerbangan dari dua bandara utama dibatalkan.
Kantor berita pemerintah China News Service mengungkapkan bahwa badai pasir biasa terjadi di kota itu setiap musim semi, tetapi jarang muncul saat musim panas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang
-
Tebus Kekecewaan Insiden LCC MPR, Josepha Siswi SMAN 1 Pontianak Dapat Beasiswa Kuliah ke China