Suara.com - Seorang pria Jerman terpaksa memindahkan patung yang ia pajang karena dianggap mirip Hitler. Menyadur New York Post Rabu (28/07) patung kayu yang dipajang di kuburan itu dikritik sebagai peringatan kematian Adolf Hitler.
Peristiwa ini terjadi di Weil im Schönbuch di Baden-Württemberg setelah seorang pria bernama Oliver memajang patung di makam ayahnya, Edwald E., tukang kayu yang meninggal tahun 2013.
Patung kayu itu kontroversial karena memiliki kumis yang identik dengan sosok Hiter dan kaus sepak bola yang diukir dengan nomor 88, kode untuk "Heil Hitler" dalam gerakan neo-Nazi.
Angka 8 dianggap keramat karena "H" adalah huruf kedelapan dari alfabet.
Warga melaporkan hal ini pada wali kota, yang segera memindahkan patung itu di kuburan tapi Oliver masih diizinkan untuk menyimpannya di halaman rumah sendiri.
Pengacara Oliver bersikeras kliennya bukan seorang Nazi. Dia menjelaskan seragam jersey adalah bentuk penghormatan pada ayahnya karena bekerja sebagai kasir klub sepak bola selama 30 tahun.
Sedangkan angka "88" yang keramat adalah nomor rumah tempat ayah tinggal.
Pemerintah meluncurkan penyelidikan apakah patung itu melanggar KUHP Jerman tentang larangan penggunaan simbol organisasi inkonstitusional, kecuali untuk tujuan artistik atau pendidikan.
Undang-undang tersebut melarang lambang swastika dan lencana serta slogan Nazi lainnya, tapi tidak menyebutkan simbol spesifik.
Baca Juga: BBC Selidiki Jurnalisnya yang Nge-tweet: Hitler Was Right
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI
-
Kalau Belum Siap Bertanggung Jawab, Pertimbangkan Lagi Punya Anak
-
Sengketa Batas Tanah di Tasikmalaya Berujung Maut, Satu Orang Tewas