Suara.com - Setiap tahun, Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPIJ) melakukan pendataan pelajar Indonesia di Jepang dari jenjang sekolah menengah ke atas, mahasiswa, hingga mahasiswa pascasarjana, yang tersebar dari Hokkaido hingga Kyushu melalui perpanjangan tangan koordinator daerah (korda) dan juga komisariat (komsat). Namun belum semua mahasiswa Indonesia di Jepang terdata oleh PPIJ.
Untuk itu, PPI Jepang melalui Bidang Media dan Publikasi bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Tokyo mengembangkan aplikasi keanggotaan pelajar Indonesia di Jepang berbasis situs web site.ppijepang.org/front/keanggotaan yang mudah diakses oleh pelajar/mahasiswa Indonesia di Jepang.
“Pelajar dan mahasiswa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat akademik yang strategis, yang menjadi kontributor dalam peningkatan kerja sama bilateral Indonesia-Jepang. Pendataan ini dapat menjadi sumber informasi bagi Kemendikbudristek bahwa Jepang banyak memiliki universitas unggulan yang dapat mendukung program internasionalisasi dan kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, seperti program Indonesia International Student Mobility Award (IISMA),” ujar Dubes, Heri saat memberikan sambutan secara virtual, Sabtu (17/7/2021).
Ia berharap, laman tersebut dapat menunjang program peningkatan mahasiswa di Jepang dengan menunjukan profil alumni dan sebaran mahasiswa sehingga data tersebut dapat diberikan kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Saya rasa pendidikan di Jepang tidak kalah dalam segi kualitas dengan negara lainnya, bahkan mungkin lebih baik untuk beberapa bidang. Selain itu, sesungguhnya jauh lebih murah tuition fee-nya dibandingkan Amerika Serikat atau Inggris,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Atdikbud, Yusli Wardiatno mengatakan, program ini sudah direncanakan sejak tahun lalu, dan pengembangan aplikasinya murni dilakukan oleh anggota PPI.
“Berdasarkan informasi dari Japan Student Services Organization (JASSO), jumlah mahasiswa Indonesia yang terdata hingga tahun 2019 hampir mencapai 7.000 orang, tetapi yang terdata sampai saat ini hanya sekitar 3.000 orang,” ungkap Yusli.
Aplikasi berbasis situs web ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas data yang ada, dan melengkapi serta memperbaiki mekanisme yang selama ini dilakukan berupa pengiriman formulir yang diisi.
“Aplikasi ini memudahkan semua. Aplikasi ini juga dapat menyediakan distribusi mahasiswa berdasarkan wilayah tempat studi ataupun berdasarkan bidang keilmuan yang ditekuni," tutur Yusli.
Baca Juga: HAN 2021, Kemendikbudristek Selenggarakan Panggung Anak Indonesia Merdeka
Sementara itu, Ketua Umum PPI Jepang, Yudi Ariesta Chandra menyampaikan bahwa pangkalan data anggota PPI Jepang ini diperlukan untuk mengetahui jumlah anggota PPI Jepang tanpa harus melakukan survei setiap tahunnya. Kemudian, sistem ini juga penting untuk melakukan berbagai inovasi untuk memajukan organisasi dan meningkatkan kebermanfaatan PPI Jepang.
“Sistem aplikasi keanggotaan ini diharapkan dapat merangkum berbagai kebutuhan informasi yang diperlukan oleh para anggota dan alumni serta pengurus PPI Jepang di seluruh tingkatan,” ujar Chandra.
Pada kesempatan itu, Ketua Bidang Media dan Publikasi PPIJ, sekaligus pengembang utama aplikasi tersebut, Andi Prademon Yunus menjelaskan tentang cara kerja pengisian aplikasi itu dan menunjukkan tampilan baru situs web PPI Jepang yang diharapkan lebih mudah diakses dan digunakan.
Selanjutnya dilakukan pengisian aplikasi secara perdana oleh perwakilan unsur alumni dan unsur anggota PPI Jepang (mahasiswa dan pelajar) yang dipandu oleh Sekretaris Jenderal PPI Jepang, Johannes Nicolaus Wibisana. Atdikbud Yusli Wardiatno yang merupakan alumni PPI Jepang dan Sekretaris Jenderal Persatuan Alumni Dari Jepang (PERSADA), Hideki Amangku menjadi dua orang pertama yang mengisi aplikasi keanggotaan mewakili unsur alumni dan diikuti oleh Ketua PPI Jepang Korda Chubu, Ihsan Ibrahim sebagai anggota PPI Jepang.
“Peluncuran aplikasi ini merupakan hal yang baik dan berkembang dikarenakan PPI Jepang sudah memanfaatkan teknologi dengan baik sehingga kita sudah lebih siap untuk menghadapi Society 5.0 dan juga ini awal yang baik untuk PPI Jepang dan PERSADA serta semoga ke depannya bisa bekerja sama dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia,” ujar Hideki Amangku saat memberi sambutan.
Yusli menuturkan, pembentukan aplikasi ini akan mempermudah pendataan dan pemantauan kondisi pelajar Indonesia di Jepang, terutama saat ada bencana alam ataupun keadaan mendesak lainnya, seperti pandemi Covid-19 saat ini.
Chandra menambahkan, aplikasi ini juga dapat mendata alumni mahasiswa Indonesia yang pernah menempuh studi di Jepang.
“Anggota yang telah mendaftar di aplikasi tersebut juga akan mendapatkan kemudahan layanan pendidikan pada KBRI, seperti legalisasi ijazah atau surat keterangan pengganti akreditasi prodi. PPI Jepang juga mengharapkan bahwa dengan terkumpulnya data mahasiswa Indonesia di Jepang akan dapat membantu pihak KBRI untuk mempromosikan studi lanjutan di Jepang kepada kementerian terkait,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Kemendikbudristek Gelar Pembekalan Pendampingan SMK PK oleh Perguruan Tinggi
-
Kemendikbudristek:Riset Keilmuan Terapan Jadi Penggerak Penyelesaian Masalah Sosial
-
Program Laptop Dalam Negeri dari Kemendikbudristek Dinilai Tepat
-
Asesmen Nasional, Perbaikan Kualitas Pembelajaran Jadi Tujuan
-
Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Indonesia - Inggris Mengadakan Joint Working Group
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas