Suara.com - Sosok Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto sedang menjadi sorotan karena aksinya memberi ucapan selamat pada Greysia Polii dan Apriyani Rahayu dinilai lain daripada yang lain.
Dalam sebuah cuitan akun Twitter @unmagnetism yang diunggah Rabu (4/8/2021) disebut bahwa Prabowo membeli foto Greysia/Apriyani secara resmi dari pemilik lisensi, bukan asal comot di Internet.
"Foto yang dipakai Pak Prabowo ternyata hasil beli, bukan comot di Internet. Ganteng banget dah," tulis akun tersebut seperti dikutip suara.com, Rabu (4/8/2021).
Hal itu lantas menuai pujian warganet, karena Prabowo melakukan aksi yang berlawanan dengan para pejabat pada umumnya.
Dalam tangkapan layar yang diunggah, foto tersebut dibeli dengan harga 499 dolar Amerika, yang jika dikonversi ke rupiah nilainya sekitar 7 jutaan.
Prabowo diketahui menggunakan foto tersebut untuk memberikan ucapan selamat pada Greysia Polii dan Apriyani Rahayu setelah berhasil memenangkan medali emas pada cabang olah raga bulu tangkis nomor ganda puteri di Olimpiade Tokyo.
Alih-alih mempertontonkan wajahnya di dalam poster ucapan selamat, Prabowo justru memilih memperlihatkan momen Greysia dan Apriyani hormat pada bendera Merah Putih sambil terharu.
Beberapa warganet yang melihat unggahan tersebut lantas memberikan pujian pada Prabowo. Mereka membandingkan tindakan Prabowo dengan para politisi lainnya.
"Mantap pak Prabowo panutan saya," tulis salah seorang warganet.
Baca Juga: 7 Fakta Menarik di Balik Kemenangan Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo 2020
"Emang paling bener dah," sahut warganet lain.
"Gila, Kelas!" ujar warganet lainnya.
"Awas dikira buzzer, Min," tulis admin akun Twitter Partai Gerindra.
Ramai Ucapan Selamat Pejabat
Sebelumnya, kesuksesan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu meraih medali emas rupanya dimanfaatkan oleh sejumlah pejabat untuk 'berkampanye'. Mereka bersaing ketat memberi ucapan selamat kepada Greysia dan Apriyani, dengan mengunggah foto wajah dan partai mereka.
Kumpulan poster ucapan selamat bernuansa kampanye ini menjadi viral di Twitter. Salah seorang warganet mengumpulkan berbagai desain poster ucapan selamat dari tokoh politik.
Tag
Berita Terkait
-
Greysia / Apriyani Tiba di Tanah Air Malam Ini
-
Atlet Termuda Indonesia di Olimpiade Tokyo Langsung Alihkan Fokus ke PON Papua
-
Bukti Nasionalisme Greysia Polii, Netizen: Fotomu Beri Sejuta Makna
-
Klaster COVID-19 Terdeteksi di Olimpiade Tokyo, Tim Renang Artistik Yunani Diisolasi
-
Viral Rekaman Ibu-ibu Buka Amplop Hajatan, Jumlah Sumbangan dan Nama Tamu Dicatat
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena
-
Gus Ipul Ajak Para Kades Tindaklanjuti Arahan Presiden Kawal Data Kemiskinan
-
Wajah Ridwan Kamil Dicopot dari Underpass Depok, Ikon 'Jabar Juara' Akan Diganti Tokoh Lokal?
-
Kapolda Aceh ke Anggota: Jadilah Lilin, Walau Hancur Tetap Menerangi Sekitar
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Boni Hargens: Ide Polri di Bawah Kementerian Melemahkan Presiden