Suara.com - Atlet Australia merusak sejumlah fasilitas Olimpiade yang mereka dapatkan di Olympic Village, seperti melubangi tembok dan menghancurkan tempat tidur kardus.
Menyadur BBC Rabu (04/08), aksi ini tidak dapat diterima oleh komite Olimpiade. Beberapa atlet juga berulah dalam penerbangan pulang, pejabat menambahkan.
Tetapi bos tim Australia Ian Chesterman mengatakan tidak ada tindakan disipliner yang akan diambil karena para atlet telah meminta maaf.
Dia menambahkan bahwa itu hanya kerusakan kecil dan bukan hal yang besar jika hanya memecahkan tempat tidur kardus. Chesterman tidak menyebutkan nama atlet atau olahraga yang mereka wakili.
Komite Olimpiade Australia mengatakan badan sepak bola nasional dan persatuan rugby sedang menyelidiki laporan dalam penerbangan ke Sydney Jumat lalu.
"Beberapa anak muda membuat kesalahan, mereka meninggalkan kamar dalam kondisi yang tidak dapat diterima."
Ia mengatakan kamar tidak sepenuhnya hancur dan menyamakan hal ini dengan perumpamaan setiap bab dari sebuah buku perjalanan waktu.
"Ini seperti buku waktu: anak muda yang baik membuat kesalahan, bab dua adalah anak muda penuh dengan penyesalan."
"Bab tiga adalah anak muda yang baik belajar dari kesalahan dan menjadi orang yang lebih baik."
Baca Juga: Kisah Suami Istri Laura dan Jason Kenny yang Berhasil Kawinkan Medali di Olimpiade Tokyo
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!
-
Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi
-
Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya
-
Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba
-
Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis
-
68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?
-
Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas
-
Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik
-
Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri