Suara.com - Yohana dalam laporan Beritajatim disebutkan menjadi satu-satunya WNI yang mengambil gelar Bachelor of Funeral Science di University of Central Oklahoma tahun 1997.
Kini, putri pebisnis peti mati Ario itu meneruskan bisnis keluarga generasi ke-8.
Jurusan yang dia pilih tak jauh-jauh dari bisnis yang sekarang dia geluti. Dia belajar bagaimana penanganan jenazah, pengawetan jenazah, anatomi tubuh, dan bahan kimia untuk pengawetan.
Yohana dengan suka cita menjalani proses pendidikan ilmu kematian. Ditambah lagi dengan ilmu hukum dan psikologi yang ia pelajari, sangat perjalanannya.
“Buat saya meneruskan bisnis keluarga bukan pilihan, tapi saya dicetak untuk meneruskan bisnis ini. Maka saya memilih sekolah yang berkaitan dengan bisnis ini. Bachelor of Funeral Science. Jurusan yang berkaitan dengan ilmu kematian dimulai dengan penanganann pengawetan jenazah hingga proses lainnya,” kata ibu dari dua anak.
Bagi Yohana, bisnis peti mati bukan semata-mata mengejar keuntungan materi, tetapi juga mesti memiliki empati dan jiwa sosial dengan sesama, apalagi ditengah pandemi Covid-19.
Yohana juga sangat peduli dengan keamanan karyawan. Sebab, bidang usaha ini menjadi garda terdepan pelayanan jenazah yang meninggal akibat Covid atau non Covid.
Sejak awal pandemi, dia sudah menerapkan protokol kesehatan, bahkan mendatangkan dua dokter untuk memberikan penyuluhan bagi karyawan.
“Saya sudah memprepare sejak awal bagaimana standar protokol kesehatan bagi karyawan karena kita ini termasuk yang berada di garda depan maka harus benar-benar terjaga bukan hanya masker dan APD. Kami juga menyiapkan dokter perusahaan dan mendatangkan gugus tugas untuk penyuluhan karyawan,” kata Yohana.
Baca Juga: Pengrajin Peti Mati Kelimpungan saat Covid Meroket, Banjir Orderan Tapi Stok Kayu Sedikit
Yohana juga membeli peralatan sprayer dan mesin disinfektan demi keamanan bersama.
“Undang dokter perusahaan untuk datang memberi penyuluhan cara memakai dan melepas APD. Training ini dilakukan dua kali untuk antisipasi, meski akhirnya ada juga beberapa karyawan tumbang. Kita juga ada sprayer yang dipikul, disinfectant fogging machine. Sampai yang datang baru, electrostatic sprayer buatan Eropa,” kata dia.
Yohana mengatakan berbisnis peti mati dan pelayanan terhadap jenazah mestilah mengedepankan rasa kemanusiaan.
"Berikan sedikit hatinya untuk berbagi tanpa harus menaikkan harga berilah keringanan untuk mereka."
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Memanas! Tiga Anggota DPRD Kota Madiun Walk Out dari Paripurna KUA-PPAS 2027
-
Belanja Auto Dicap Boros? Perempuan dan Dilema Nikmati Hasil Kerja Sendiri
-
Mitsubishi Xforce Apakah Pakai Sunroof? Ini Perbandingannya dengan Versi Lawas
-
Jelang Lawan Vietnam, Media Tetangga Sindir Timnas Indonesia dengan Bendera Belanda dan Australia
-
Tawarkan Bunga Ringan, Penyaluran KUR Perumahan dan FLPP BRI Dominasi Kuota Nasional
-
Tegas! 17 SPPG di DIY Ditutup, Buntut Kasus Keracunan hingga Masalah Izin
-
Klaim Dikriminalisasi Febrie Adriansyah Dipertanyakan, Jangan Semua Tersangka Mengaku Jadi Korban
-
Akhirnya PWI Resmi Cabut Laporan Polisi terhadap Hotman Paris
-
Anggota DPRD DKI Bongkar Dugaan Praktik Culas Trayek Mikrotrans: Saya Pernah Ditawari Rp4 Miliar
-
Totalitas Tanpa Batas! Para Pemain Bapakmu Kiper Wajib Latihan Bola Sebelum Kontrak