Suara.com - Sebuah insiden penganiayaan oleh oknum polisi memantik reaksi keras Indonesia Police Watch (IPW). Mereka mendesak Kakor Brimob Irjen Anang Revandoko menangkap oknum Brimob bernama Dominggus Dacosta.
Oknum polisi itu diketahui sebagai anggota Brimob Kedung Halang, Bogor.
Desakan itu menyusul dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan Dacosta kepada seorang ibu-ibu di komplek ABRI Sukasari, Bogor.
Plt Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan, Anang harus membawa Dacosta ke sidang etik untuk diberhentikan dengan tidak hormat.
Sugeng menjelaskan, bahwa dugaan penganiayaan oleh Dacosta itu dialami oleh seorang ibu rumah tangga Norce Amuranti Korengkeng. Norce bahkan sudah melaporkan kejadian penganiayaan pada 26 Juni 2020 ke Polresta Bogor dengan nomor laporan STBL/B/454/V/2021/SPKT/POLRESTA BOGOR KOTA/POLDA JABAR.
Kronologi Kejadian
Adapun kejadian penganiayaan terjadi pada hari yang sama saat Norce membuat laporan. Berdasarkan laporan, Norce diketahui dipukul dengan tangan kosong di bagian wajah dan kepala bagian belakang oleh Dacosta setelah terjadi cekcok.
"Tetapi, setelah pelaku mau mengambil batu, korban melarikan diri. Kejadian itu terjadi pada hari Sabtu, 26 Juni 2021 sekitar pukul 10.30 WIB di Komplek ABRI Sukasari, Bogor," kata Sugeng dalam keterangannya, Minggu (8/8/2021).
Sugeng berujar bahwa cekcok berawal saat Norce mengendarai motor dengan membonceng anaknya, Falya Zahra. Ketika sedang mengendarai tiba-tiba motor terhenti karena mogok. Mengetahui motor tidak bisa menyala, Norce lantas mencari montir di sekitar lokasi untuk memperbaiki. Sedangkan Falya menunggu di motor.
Baca Juga: Arogan hingga Aniaya Ibu-ibu, IPW Desak Kakor Brimob Pecat Anggotanya Diminggus Dacosta
Namun, saat sedang menunggu, Falya dihampiri Retno yang tanpa sebab menampar Falya.
"Saat situasi masih memanas itu, datanglah Norce yang berusaha untuk melerai. Tiba-tiba Dominggus Dacosta datang. Bukannya melerai, tapi anggota polisi itu justru naik pitam dan menghajar Norce," kata Sugeng.
Ada Korban Lain
Sugeng mengungkapkan, aksi penganiayaan Dacosta ternyata bukan sekali saja dilakukan. Selain Norce, ada korban kekerasan lainnya, yakni Deki Wermasubun. Deki mengalami penganiayaan hingga mengakibatkan gigi rontok.
Korban lainnya, Flora bahkan sampai mengalami ancaman dari Dacosta menggunakan parang pada 1 tahun lalu. Atas ancaman yang didapat, Flora sudah melaporkan kejadian ke Polres Bogor. Namun disayangkan laporan itu tidak mendapat respons hingga kini.
"Tidak ada tindak lanjut dan terkesan ada pembiaran karena tidak ada proses penahanan atas tindakan pelaku berulang ulang tersebut,
Berita Terkait
-
Arogan hingga Aniaya Ibu-ibu, IPW Desak Kakor Brimob Pecat Anggotanya Diminggus Dacosta
-
Keluarga Sudah Minta Maaf karena Langgar Prokes, Pelajar di NTT Tetap Ditinju Babinsa
-
Anggota TNI Aniaya Pelajar di NTT Dalih Prokes, Pukul Ulu Hati hingga Injak Dada Korban
-
Kasus Remaja Putri Dianiaya di Sumut, Pelaku dan Korban Sepakat Berdamai
-
Polisi Bakal Pertemukan Pelaku dan Remaja Putri yang Dianiaya di Sumut
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo