Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) turut menyoroti terkait rencana Kemendikbudristek yang akan menyediakan laptop Chromebook khusus untuk pengajar dan siswa dengan anggaran hingga Rp 3,7 triliun selama 2021. Soal potensi mark up hingga pungli jadi catatan.
Peneliti ICW, Dewi Anggraini, mengatakan potensi terjadinya mark up dan pungli harus menjadi fokus terkait pengadaan laptop tersebut. Pertama adanya bahasa yang membebaskan Dinas Pendidikan diberikan kebebasan dalam menentukan kebutuhan justru berpotensi terjadinya mark up.
"Dengan bahasa spesifikasi minimal dan pemda atau dinas pendidikan diberikan kebebasan untuk menentukan kebutuhan teknologi komunikasi infotmasi atau berupa laptop mana yang boleh dibeli akan membuat peluang pemahalan harga atau mark up harga dari laptop tersebut," kata Dewi dalam sebuah diskusi daring, Selasa (10/8/2021).
Kemudian Dewi mengingatkan, soal potensi adanya pungutan liar alias pungli dari imbas pengadaan laptop ini. Hal itu ditenggarai ketidaktahuan masyarakat proses assesment pengadaan laptop tersebut.
"Nah yang mana memungkinkan kalau misalnya ada satu sekolah atau satu daerah tidak mendapatkan laptop atau sebenarnya butuh atau ingin mendapatkan laptop kemudian rentan akan terjadi pungli," tuturnya.
Lebih lanjut, Dewi mengatakan semua potensi tersebut sangat rentan terjadi di daerah-daerah. Potensi mark up dan pungli dilakukan dengan dalih semata-mata untuk bantuan.
Pengadaan Laptop
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbusristek) akan menggelontorkan dana hingga Rp 3,7 triliun selama 2021 untuk menyediakan layanan laptop untuk pelajar.
Hal ini membuat banyak pihak bertanya-tanya terkait anggaran tersebut. Menanggapi hal itu, Kemendikbudristek rencananya akan menyediakan laptop Chromebook khusus untuk pengajar dan siswa.
Baca Juga: Jokowi Didesak Tegur Moeldoko Soal Ivermectin, Ngabalin: ICW Buat Fitnah Murahan
Bukan hanya laptop, Direktur Jenderal pendidikan vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto menyampaikan bahwa pemerintah juga akan menyalurkan berbagai perangkat pendukung belajar kepada sekolah.
Ia menekankan, pengadaan laptop memang menjadi produk utama dan memakan biaya paling banyak hingga Rp 2,4 triliun yang akan didistribusikan ke Pemerintah daerah.
"Tetapi peruntukan anggaran Rp 3,7 (triliun) itu bukan hanya laptop. Kemudian access point supaya bisa internetan nyambung," ucapnya dalam webinar, Selasa, (3/8/2021).
Dari total anggaran tersebut, Rp 1,3 triliun di antaranya akan dimanfaatkan untuk pembelanjaan perangkat pendukung mulai dari sekitar 12 ribu access point, 12 ribu konektor, 12 ribu proyektor dan layar.
Sementara dana Rp 2,4 triliun digunakan untuk pengadaan 284 ribu laptop produk dalam negeri dengan sertifikat DKDN juga peralatan pendukung berupa 17.510 wireless, 10.799 proyektor dan layar, 8.205 printer, dan 6.527 scanner.
Wikan menekankan, pentingnya inovasi dalam menghadirkan solusi untuk pelaksanaan sekolah online yang masih berlangsung saat ini. Kehadiran Google melalui program Google for education, menurutnya, menjadi inisiator dalam dunia pendidikan sekaligus solusi memberikan akses pendidikan yang lebih luas.
Laptop Chromebook kerjasama Google Indonesia itu akan dibuat oleh enam manufaktur lokal dalam negeri di bidang elektronik yaitu Advan, Axioo, Evercoss, SPC, Zyrex, dan TSM.
Berita Terkait
-
Anggaran Rp3,7 T, ICW Tak Temukan Perencanaan Pengadaan Laptop di Situs Kemendikbudristek
-
Jokowi Didesak Tegur Moeldoko Soal Ivermectin, Ngabalin: ICW Buat Fitnah Murahan
-
ICW: Aturan Perjalanan Dinas KPK Berpotensi Konflik Kepentingan
-
Somasi ke ICW Dianggap Kriminalisasi, Jokowi Didesak Tegur Moeldoko
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Pakar Manajemen Publik: Ambisi Politik Keluarga Jokowi Berisiko Rusak Kepercayaan Demokrasi
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI, Forum Konferensi Republik Terpaksa Pindah ke Kafe
-
Tim Jibom Polda Papua Musnahkan 2 Granat Nanas Peninggalan Perang Dunia II
-
81 Tahun Menanti, Warga Sipiongot Beri Tradisi Ini ke Bobby Nasution Usai Jalan Tembus Dibangun
-
DJKI Cermati 124 Situs Hasil Laporan Motion Picture Association
-
Open House Sekolah Rakyat Palembang: Gus Ipul Minta Penjangkauan Siswa Dilakukan Secara Jujur
-
Berat Badan 120 Kg dan Gejala Stroke, Razman Nasution Ditempatkan di Blok E Lapas Cipinang
-
Janji Prabowo Terbuka Terima Usulan: Jangankan Profesor, Dari Anak Desa Pun Saya Tindaklanjuti
-
183 Warga Pinggir Rel Senen Direlokasi, KAI Ratakan Puluhan Bangunan Liar