Membayar para influencer untuk memposting sesuatu akan mempermudah diseminasi informasi di kalangan pengikut mereka, tapi dalam waktu bersamaan bisa saja para influencer menolak atau, seperti dalam kasus ini, malah diungkapkan ke publik.
Facebook mengatakan beberapa influencer sempat memposting informasi negatif tersebut, namun kemudian menghapusnya setelah cerita mengenai jaringan Fazze muncul ke permukaan.
Influencer Prancis yang aktif di YouTube, Léo Grasset, termasuk salah seorang yang dikontak oleh Fazze.
Dia mengatakan kepada kantor berita AP di bulan Mei bahwa dia diminta memposting video dengan durasi 45 sampai 60 detik di Instagram, TikTok atau YouTube yang mengkritik tingkat kematian akibat vaksin Pfizer.
Ketika Grasset meminta Fazze menjelaskan siapa klien mereka, Fazze menolak.
Grasset kemudian menolak tawaran tersebut dan kemudian mengungkapkan kepada publik.
Tawaran dari Fazze adalah agar influencer tidak mengatakan bahwa mereka dibayar, dan juga menyarankan agar mereka mengkritik pelaporan media tentang dengan vaksin.
"Terlalu banyak hal yang aneh," katanya.
"Saya memutuskan untuk menolak melakukannya."
Baca Juga: Biar Mobil Elektrik Makin Diminati, Pemerintah Rusia Beri Subsidi Harga 25 Persen
AP
Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari ABC News.
Berita Terkait
-
Biar Mobil Elektrik Makin Diminati, Pemerintah Rusia Beri Subsidi Harga 25 Persen
-
Terungkap, Ini Vaksin Covid-19 Paling Efektif Lawan Varian Delta
-
Studi Ini Ungkap Efek Samping Usai Dosis Ketiga Booster Vaksin Pfizer
-
Jatuh Bangun Hidup Seorang Mata-mata, Pernah Diperkosa hingga Kehilangan Kekasih Tercinta
-
Pfizer Indonesia Gelar Pelatihan Bidang Bioteknologi Kesehatan
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan
-
Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia
-
GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
-
MK Tegaskan Kuota 30 Persen Perempuan Wajib! Parpol Melanggar Siap-siap Digugurkan dari Pemilu
-
Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!
-
Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?
-
Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!