Suara.com - Aksi tenaga kesehatan (nakes) yang merekam isi rumah sakit menjadi viral. Ia menyebut suasana rumah sakit tempatnya bekerja menjadi kado terindah bagi HUT Kemerdekaan RI ke-76.
Video ini dibagikan oleh akun Instagram @fakta.beriita. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 5.000 kali.
"Salah satu kado terindah disaat HUT RI ke 76 tahun," tulis sang nakes sebagai keterangan video seperti dikutip Suara.com, Minggu (15/8/2021).
Dalam video, sang nakes tampak mengenakan alat pelindung diri (APD). Ia memamerkan suasana tempatnya bekerja yang sepi pasien Covid-19.
Nakes ini menjelaskan banyak pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Angka pasien virus corona yang datang ke rumah sakit juga diklaim menurun.
"Pasien Covid-19 di rumah sakit menurun drastis. Dan banyak juga yang lulus isoman (isolasi mandiri)," ungkap sang nakes.
Lebih lanjut, nakes ini mengungkap situasi ini menjadi hal paling membahagiakan bagi semua pihak. Salah satunya adalah tenaga kesehatan yang berjuang di garda depan.
Menurutnya, setiap nakes selalu berdoa agar setiap pasokan pasien terpenuhi. Nakes ini berharap agar bed untuk pasien Covid-19 selalu kosong, hingga tidak ada lagi kasus tabung oksigen menjadi rebutan.
"Kebahagiaan kami adalah bed pasien ini kosong. Tabung oksigen tidak jadi rebutan dimana-mana," aku sang nakes.
"Lelah dan panasnya APD kami tak terasa lagi, melihat pasien sehat dan semangat positif vibesnya," sambungnya.
Baca Juga: Update Minggu 15 Agustus: 122.025 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh
Terakhir, sang nakes berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan masyarakat bisa bangkit kembali.
"Semoga tidak ada lagi berita kematian dan tangisan disini karena Covid-19. Terima kasih untuk semua rakyat Indonesia. Kita pasti bisa hidup normal kembali," pungkasnya.
Video suasana rumah sakit yang sepi pasien Covid-19 itu menuai perhatian warganet. Mereka menuliskan beragam komentar, mulai dari skeptis pandemi akan berakhir sampai mengamini harapan sang nakes.
"Nanti setelah hari kemerdekaan bisa naik drastis terus sampai 2022," komentar warganet.
"Covidnya datang pas libur panjang, makanya liburnya di pangkas terus kaya rambut," tambah warganet.
"Lagi Idul Adha banyak banget, mau 17 Agustus kok habis langsung gitu?" tanya warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Update Minggu 15 Agustus: 122.025 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Dinyatakan Sembuh
-
Jerinx SID Melunak, Akhirnya Mau Divaksin Setelah Diskusi Sama Pakde Indro
-
Presiden Jokowi: Sektor Pertanian Mampu Bertahan dari Hantaman Pandemi Covid-19
-
RSUD Lubukbasung Belum Miliki Ruangan ICU Pasien COVID-19
-
Viral Suami Cuci Pembalut di Wastafel, Tindakan Istri Bikin Warganet Geram
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!