“Hitung-hitung uang belajar,” kata Pandu.
Seperti pesan sejumlah pengusaha besar, bahwa dalam menjalankan sebuah usaha harus melalui jatuh bangun sehingga lebih tahan dan lebih adaptif terhadap berbagai persoalan bisnis.
Cerita berawal ketika mereka membeli ikan dari sebuah perusahaan supplier atau pemasok. Lantas ketika dikirim ke Sumatera, yakni ke Provinsi Jambi, mobil pengangkut justru dicegat oleh perusahaan lain. Ternyata suplier ini memiliki tanggung jawab dengan pihak tersebut sehingga ikan milik Pandu dan Bhisma yang diambil sebagai gantinya.
Kasus ini sudah dilaporkan ke Kepolisian, dan sejauh ini keduanya masih berharap ada itikad baik dari perusahaan rekanan untuk memenuhi kewajibannya.
Walau menelan kerugian yang tidak sedikit, tak membuat keduanya menyerah. Bahkan mengusung visi yang lebih besar untuk memberanikan diri menjajal bisnis ekspor perikanan.
Apalagi berdasarkan data Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan ekspor perikanan Indonesia justru naik di tengah pandemi.
Saat ini, Indonesia mampu menduduki peringkat 8 untuk eksportir utama produk perikanan di dunia pada 2020, atau naik dua peringkat dibandingkan tahun 2019.
“Sekarang kami sedang mempelajari untuk mulai ekspor, target paling lambat kuartal III tahun 2022,” tuturnya.
Lantas pertanyaannya bagaimana dengan profesi pilotnya, apakah akan ditinggalkan atau tetap dipertahankan.
Baca Juga: Kisah Pilot Banting Setir Jadi Penjual Ikan Akibat Pandemi Covid-19
Bagi keduanya, persoalan profesinya sebagai pilot bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan. Menurutnya, bisnis dan profesi sebagai pilot bisa berjalan beriringan asalkan telah memiliki sistem manajemen yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi Pandu, pilot bukan sekadar profesi tapi telah menjadi hasrat dalam hidupnya. Di tengah pandemi ini, ia tetap mendapatkan kesempatan untuk menerbangkan pesawat walau hanya satu kali dalam satu bulan lantaran Air Asia tempatnya bekerja mengurangi jadwal penerbangannya.
Sejak Agustus 2021 nyaris tidak ada kegiatan lantaran Air Asia menutup operasi hingga 6 September 2021, dan melakukan pemotongan gaji atau hanya membayar 10 hari kerja.
“Dunia penerbangan itu beda. Tantangan hanya saat di udara, berbeda dengan bisnis yang bawa ‘PR’ ke rumah,” kata pilot dengan 5.000 jam terbang yang biasa mengawaki Pesawat Komersil Air Bus 302.
Lulusan sekolah penerbangan Aviatour Flight School di Filipina ini pun, berharap industri penerbangan segera bangkit dan semakin banyak anak-anak muda yang berani berbisnis untuk menangkap peluang di tengah pandemi. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu
-
Makassar Ubah Sampah Jadi Listrik, Bisa Jadi Solusi Krisis Sampah?
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran