- Roy Suryo mengungkap adanya pembersihan pengurus teras TPUA oleh Ketua Eggi Sudjana usai pertemuan kontroversial Januari 2026.
- Pemberhentian tersebut diduga karena pengurus tidak mengetahui agenda pertemuan Eggi Sudjana di kediaman relawan Jokowi.
- Roy Suryo mendesak Eggi Sudjana mengklarifikasi posisi TPUA sebelum tenggat waktu yang telah dijanjikan berakhir.
Suara.com - Ketegangan di internal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) semakin memuncak.
Pakar Telematika Roy Suryo secara blak-blakan mengungkap adanya pembersihan di struktur pengurus TPUA yang dilakukan oleh ketuanya, Eggi Sudjana.
Roy Suryo menyebut langkah Eggi Sudjana memberhentikan hampir seluruh pengurus teras TPUA memicu pertanyaan besar terkait arah perjuangan organisasi tersebut, terutama setelah pertemuan kontroversial dengan pihak yang terafiliasi sebagai relawan Jokowi.
Roy mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi langsung mengenai pemberhentian sejumlah nama besar di TPUA.
Menurutnya, langkah ini diambil setelah para pengurus tersebut mengaku tidak tahu-menahu soal agenda pertemuan Eggi Sudjana pada 8 Januari lalu di kediaman Jokowi.
"Dan lucunya beredar hari ini ya surat dari ee apa Eggi Sujana orang-orang yang tadi saya sebut dengan segala hormat Pak Rizal Fadilah, Pak Azamkan itu sudah bukan lagi pengurus TPUA katanya," ujar Roy Suryo dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Selasa (13/1/2026).
Roy menilai alasan Eggi yang menyebut pertemuan tersebut sebagai "agenda internal" sangat tidak masuk akal.
Terlebih, Eggi mengklaim pertemuan Januari 2026 itu adalah kelanjutan dari agenda April tahun lalu.
"Kok terlalu lama, masa lanjutannya hampir setahun?" sindirnya.
Menanggapi ketidakjelasan sikap kolega lamanya tersebut, Roy Suryo mengaku telah mengirimkan pesan langsung kepada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Pesan tersebut berisi imbauan tegas untuk mengklarifikasi posisi mereka saat ini.
"Saya tulis surat ke mereka lewat WhatssApp (WA), judulnya: Mereka itu masih Pejuang atau sudah Pecundang? Saya kirim langsung ke nomor Pak Eggi dan Damai Hari Lubis," tegas Roy.
Ia menambahkan bahwa publik saat ini tengah memantau gerak-gerik mereka.
Roy tidak menampik adanya desas-desus liar di masyarakat mengenai motif di balik perubahan sikap mendadak ini.
Lebih lanjut, Roy juga sempat menyoroti rumor yang beredar di media sosial mengenai adanya imbalan tertentu di balik manuver Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!