Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk tetap eling lan waspodo, meski kasus konfirmasi Covid-19 dan ketersediaan rumah sakit di Indonesia saat ini menurun.
Pernyataan tersebut disampaikan karena penyebaran Covid-19 varian Delta masih berlaku masif bahkan di negara-negara yang tingkat Vaksinasi Covid-19-nya tinggi.
Pernyataan Budi itu merupakan lanjutan dari pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang bersyukur melihat penurunan kasus konfirmasi serta penggunaan tempat tidur di rumah sakit pasien Covid-19.
"Kita harus eling lan waspodo, begitu sudah turun jangan grasak-grusuk kemudian mengendorkan semuanya sehingga akibatnya naik lagi mobilitasnya dan kita alami lagi kenaikan lonjakan berikutnya," kata Budi dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Kemenko Marves, Senin (30/8/2021).
Budi lantas menerangkan bahwa banyak negara yang kasus konfirmasi Covid-19 meningkat sebagai imbas dari penularan Covid-19 varian Delta.
Bukan hanya kasus konfirmasi, BOR rumah sakitnya pun turut meningkat sekaligus dengan tingkat kematiannya. Negara-negara yang dimaksud yakni Amerika Serikat, Inggris, Israel dan Jepang.
"Even buat negara-negara dengan covered vaksinasi lengkap (ada yang) 50 persen bahkan di atas 50 persen," ujarnya.
Berangkat dari kondisi pada negara-negara tersebut, Budi mengatakan bahwa masyarakat harus tetap berhati-hati serta waspada meskipun kasus konfirmasi sudah menurun dan vaksinasi sedang berjalan.
"Ini yang pertama saya ingin sampaikan ke teman-teman, jadi negara-negara lain di dunia (Covid-19) varian delta ini menyebabkan kenaikan yang cukup tinggi, baik dari kasus konfirmasi, maupun juga perawatan dan kematian. Even buat negara-negara dengan covered vaksinasi lengkap sekitar 50 persen bahkan di atas 50 persen."
Baca Juga: 22 Orang Terpapar Covid-19 Varian Delta, Gubernur Riau Minta Warga Waspada
Dilanjutkannya, meski sudah turun kasus terkonfirmasi Covid-19, diharapkan masyarakat untuk tetap selalu waspada.
"Ini memberikan pesan ke kita bahwa walaupun kita sudah turun dan vaksinasi kita sudah mulai berjalan lancar tapi kita harus tetap hati-hati dan harus tetap waspada sebagai yang disampaikan presiden."
Selain itu, Budi juga mengajak masyarakat untuk belajar dari pengalaman sebelumnya yakni lonjakan kasus pada awal Januari dan Juli 2021. Lonjakan tersebut disebabkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat.
"Selalu diikuti seminggu atau dua mingu sesudahnya dengan kenaikan jumlah kasus yang nanti akan sampai di puncaknya dalam 4 hingga 8 minggu. Jadi ini pesan kedua yang kita mesti sadari."
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Rumah Digeledah, Peran Anggota BPK Bobby Rizaldi di Skandal Suap Muara Enim Mulai Dikuliti!
-
Cuma Dalih? Pembunuh Ojol di Kosambi Ngaku Tertekan Disuruh Orang Tua Cepat Nikah
-
EASA Keluarkan Peringatan Penerbangan Komersil di Udara Bahrain, Qatar, Kuwait, dan UEA
-
Usut Gurita Pemerasan Silmy Karim, KPK Mapping Kantor Imigrasi di Wilayah 'Kantong' WNA
-
Donald Trump Ancam Ratakan Iran: Bikin Kesepakatan Atau Anda Tidak Miliki Apapun yang Tersisa
-
Xi Jinping Bersih-Bersih Elite Partai, Anggota Politbiro Alami Nasib Nahas karena Korupsi
-
Susul Korut, Amerika Serikat Membekukan Aset Kripto Terkait Iran Senilai Rp 2,3 Triliun
-
JPO Tendean Selesai Dievakuasi, Akses ke Blok M dan Kemang Kembali Dibuka
-
Target Serangan AS ke Iran Selanjutnya, Pembangkit Listrik dan Jembatan
-
Iran Hujan Rudal AS, Rentetan Bom Hancurkan Pesisir Strategis dekat Selat Hormuz