Suara.com - Viral video di media sosial cerita tentang kakek pemulung yang harus membiayai dua cucunya. Lebih memprihatinkan, kakek itu belum tentu mendapatkan penghasilan Rp 10 ribu setiap harinya.
Meski penghasilannya tidak menentu, kakek itu tetap semangat dalam mencari rezeki.
"Pendapatan 10ribu/hari gimana menghidupi dua cucunya," tulis pemilik akun TikTok Steven.stenlyy sebagai keterangan unggahan.
Dalam tayangan video tersebut, tampak seorang kakek tengah mendorong gerobak.
Tak peduli hujan membasahi tubuhnya, kakek itu tetap semangat berkeliling mencari barang bekas untuk kemudian dijual kembali.
Kakek tersebut mengaku sulit untuk mencari uang di kondisi pandemi seperti ini. Bahkan, untuk mendapatkan uang Rp 10 ribu/hari saja ia harus bekerja setengah mati.
“Setengah mati memulung sekarang ini,” kata kakek tersebut.
Kakek itu hanya bisa pasrah menerima nasib yang ia jalani. Dari pendapatannya yang sangat minim, ia harus menghidupi kedua cucunya.
Melihat perjuangan kakek itu, pemilik akun @steven.stenlyy pun langsung memberikan bantuan untuk meringankan bebannya.
Baca Juga: Rahasia Kisaku Mempertahankan Bisnis di Tengah Pandemi
Kakek itu dibawa ke salah satu minimarket, dan dibelikan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, gula, roti, dan sebagainya.
Selain sembako, pemilik akun @steven.stenlyy juga memberikan sejumlah uang untuk kakek tersebut.
“Kakek ini berkata: Jika hari ini tidak dapat rezeki, mungkin cucunya juga gak bisa makan,” tuturnya.
Tak hanya memberikan sembako dan uang, sang pemilik akun membuka donasi untuk kakek tersebut.
Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 10 juta pengguna dan menuai beragam komentar dari warganet.
"Yang biasa megang 50 ribu buat nongkrong ayo bersyukur," tulis warganet.
Berita Terkait
-
Rahasia Kisaku Mempertahankan Bisnis di Tengah Pandemi
-
Heboh Video Wanita Masak Kulit Ekor Buaya, Warganet: Pantes Udah Nggak Ngechat Lagi
-
Viral Wanita Pembonceng Motor Bikin Publik Heran, Outfit-nya Jadi Sorotan
-
Disuruh Buang Makanan oleh Customer, Driver Ojol Dilaporkan sampai Kena Sanksi
-
Tetangga Curhat Suaminya Ketahuan Selingkuh, Sikap Istri Dipuji Warganet
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli