Suara.com - Sertifikat vaksinasi Covid-19 Presiden Joko Widodo atau Jokowi di PeduliLindungi diduga bocor. Data vaksinasi yang mencatut nama orang nomor satu di Indonesia itu beredar luas di media sosial.
Hal ini langsung memicu kehebohan masyarakat. Banyak yang tidak habis pikir bagaimana data pribadi vaksinasi sekelas presiden bisa bocor.
Situasi ini membuat publik hanya bisa pasrah dengan data sertifikat mereka. Beragam opini publik juga terungkap dalam cuitan akun Twitter @tubirfess.
"Sekelas presiden aja datanya bocor, apa kabar rakyat jelata kayak kita?" cuit akun @tubirfess sebagai keterangan Twitter seperti dikutip Suara.com, Jumat (3/9/2021).
Cuitan itu sendiri mengomentari berita mengenai bocornya sertifikat vaksin Presiden Jokowi. Hingga berita ini dipublikasikan, postingan itu sedikitnya telah di-retweet 172 kali dan mendapatkan 1.500 tanda suka.
Warganet juga beramai-ramai menuliskan beragam opini mengenai bocornya data presiden. Tak sedikit yang menceritakan pengalaman pribadi mereka.
"Gak kaget sih, kemarin download sertifikat punya nyokap kok yang masuk gallery sertifikat atas nama orang lain. Padahal di Pedulilindungi terpampangnya nama nyokap, kan aneh," beber warganet.
"Semudah ini bocor, masih aja ada yang percaya vaksin ada chip nya," celutuk warganet.
"Yang pada pinter IT malah di penjara gara-gara bobol situs pemerintah bukannya dipandu dan dijadikan tim biar makin maju. Kek mana sih pikirannya sebenernya? Mikirnya lewat jalur mana?" kecam warganet.
Baca Juga: Data Jokowi Bocor, Kominfo Tagih Janji Menkominfo Selesaikan RUU PDP
"Apa yang diharapkan dari negara EKTP tapi masih minta fotokopian KTP," sindir warganet.
"Segitu bobroknya sistem keamanan data di negeri ini," tambah yang lain.
"Bayangin data Jokowi dipakai buat pinjol (pinjaman online)," sahut warganet.
"Apa benar pakai NIK presiden buat ngajuin pinjol bisa unlimited?" timpal lainnya.
"CIA tertawa gulung-gulung lihat ini," tulis warganet.
"Kan negara Wakanda, semua bisa terjadi," balas yang lain.
Tag
Berita Terkait
-
Data Jokowi Bocor, Kominfo Tagih Janji Menkominfo Selesaikan RUU PDP
-
Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Menteri Plate Serahkan ke Kemenkes
-
Cerita Miris Warga Gunungkidul Terjerat Pinjol Laknat, Jual Rumah Hingga Gantung Diri
-
Wali Kota Metro dan Wakil Wali Kota Dapat Vaksin Tahap Ketiga Moderna
-
Bertemu di Istana, Jokowi Berharap Pemerintah UEA jadi Mitra Utama Investasi di Indonesia
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Pekan Keempat Perang Lawan AS-Israel, Warga Iran Tercekik: Inflasi Meroket, Internet Mati Total
-
Kronologi Mobil BYD Tabrak Pembatas dan Masuk Kolam Bundaran HI Menteng
-
Hindari Puncak Arus Balik, Menhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA
-
Putra Mahkota Arab Saudi Terus Komporin Donald Trump untuk Perangi Iran
-
Diplomasi Idulfitri: Prabowo Telepon Pemimpin Dunia Bahas Konflik Iran-Israel
-
KPAI Minta Sekolah Tidak Langsung Beri Pelajaran Berat Usai Libur Lebaran
-
Mendagri Sebut WFH 1 Hari Sepekan Tak Masalah, Kini Tinggal Tunggu Arahan Prabowo
-
Cerdas! Iran Mau Hancurkan Pusat Desalinasi Air Punya Israel, Warga Timur Tengah Bisa Mati Kehausan
-
Jelang Masuk Sekolah Usai Lebaran, KPAI Soroti Risiko Kelelahan hingga Tekanan Mental Anak
-
Analisis: Waktunya Pakai Energi Terbarukan saat Krisis BBM karena Perang Iran