Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah memberikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2020 kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terlihat dari laporan itu, harta kekayaan Anies mengalami peningkatan.
Berdasarkan laporan yang juga dirilis oleh KPK, kekayaan Anies meningkat sebanyak dua kali lipat setelah tiga tahun ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Anies sendiri mulai menduduki kursi DKI 1 sejak 2017 lalu.
Pada LHKPN tahun 2020, Anies melaporkan diri memiliki kekayaan sebanyak Rp10.915.550.262.
Rinciannya, mantan Mendikbud itu memiliki harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp13 miliar, alat transportasi Rp640 juta, harta bergerak lainnya Rp 1 miliar, surat berharga Rp 56 juta, kas dan setara kas Rp2 miliar, serta harta lainnya Rp631 juta.
Jika ditotal, harta kekayaan Anies di tahun 2020 mencapai Rp17,76 miliar. Namun, Anies diketahui memiliki utang senilai Rp6,8 miliar.
Dengan demikian, maka total harta kekayaan bersih yang dimiliki Anies pada 2020 lalu mencapai Rp10,91 miliar.
Pada tahun 2017 lalu, Anies melaporkan memiliki total kekayaan sebesar Rp5.619.545.840. Rinciannya, nilai tanah dan bangunan yang dimiliki Anies mencapai Rp8.897.430.000.
Lalu, Anies juga memiliki harta berupa alat transportasi senilai Rp640 juta. Kemudian, kekayaan Anies didapatkan dari harta bergerak lainnya Rp769 juta, surat berharga Rp81 juta, kas dan setara kas Rp587 juta, serta harta lainnya Rp 286 ribu.
Total kekayaan orang nomor satu di DKI Jakarta ini pun mencapai Rp11,26 miliar. Karena ada utang Rp 5.643.212.620, sehingga total harta kekayaan bersih Anies di tahun 2017 adalah Rp5,6 miliar.
Baca Juga: 38 Persen Anggota DPRD DKI Belum Serahkan LHKPN, Setwan: Kayaknya karena Lupa
Pada tahun 2017 Anies punya kekayaan Rp 5,6 miliar dan di tahun 2020 menjadi Rp 10,9 miliar. Artinya, kekayaan Anies meningkat jadi dua kali lipat sejak ia menjabat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Misteri Harta Jurist Tan, Aset 'Tangan Kanan' Nadiem Bakal Dicari Kejagung Meski Buron
-
Bongkar PBB PT Wanatiara Persada, KPK Ungkap Ada Dugaan Aliran Dana Kasus Pajak ke DJP
-
Cekal Bos Djarum, Kejagung Klaim Masih Usut Dugaan Korupsi Manipulasi Pajak
-
Badai PHK Hantam 88 Ribu Pekerja Sepanjang 2025: Jawa Barat dan Jawa Tengah Paling Babak Belur
-
Diteror Usai Kritik Penanganan Bencana Sumatra, Aktivis Greenpeace dan Kreator Konten Lapor Polisi
-
Menag Dorong Aktivasi Dana Umat, Sinergi dengan Kemenkeu Diperkuat
-
Tragedi Cilincing: Warga Tewas Tersengat Listrik, Bagaimana Mitigasi Risiko Korsleting Saat Banjir?
-
Kepala BPOM Pastikan Susu Formula Nestl yang Terkontaminasi Bakteri Tidak Beredar di Indonesia
-
Cuaca Buruk Sebabkan Perahu Terbalik di Perairan Saireri, Sembilan Penumpang Dievakuasi
-
Tak Bahas Kasus Korupsi Pajak di KPK, Airlangga: Silakan...