Suara.com - Proses identifikasi jenazah korban kebakaran Lembaga Kemasyarakatan (Lapas) Tangerang, menggunakan DNA, membutuhkan waktu minimal lima hari. Hal itu disampaikan oleh Komandan Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri Kombes Hery Wijatmoko.
"DNA itu lima hari prosesnya, bukan seperti kami periksa rapid antigen, prosesnya beda," kata Hery
kepada wartawan di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (8/9/2021) malam kemarin.
Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan proses identifikasi bisa lebih cepat, dengan catatan satu dari tiga data primer berhasil dicocokkkan.
Data primer yang dimaksud adalah DNA korban yang dicocokkan dengan DNA keluarga. Kemudian gigi korban yang dicocokkan dengan rekam medis pemeriksaan ke dokter gigi, dan sidik jari yang dicocokkan dengan dokumen pribadi korban seperti paspor.
Karenanya, tim DVI akan mendahulukan data primer yang ada, guna mempercepat proses identifikasi.
"Semua sampel itu diambil mana yang duluan ada. Kalau sidik jari selesai langsung kita bisa rilis," imbuh Hery.
Dalam proses identifikasi, kondisi jenazah menjadi menjadi pertimbangan.
Di samping itu, dalam proses identifikasi tim DVI menggunakan data sekunder, berupa tinggi badan, berat badan, dan tato pada tubuh korban.
Diketahui, jumlah korban tewas dalam insiden kebakaran di Lapas Klas I Tangerang Rabu (8/9/2021) kemarin bertambah menjadi 44 orang. Hal itu menyusul tiga korban yang meninggal hari ini.
Baca Juga: Legislator PAN: Kalau Punya Moral, Yasonna Harusnya Mundur dari Menkumham
Dalam kebakaran itu juga mengakibatkan puluhan narapidana mengalami luka-luka. Diduga, kebakaran di Lapas Klas I Tangerang karena korsleting listrik.
Tag
Berita Terkait
-
Legislator PAN: Kalau Punya Moral, Yasonna Harusnya Mundur dari Menkumham
-
Video Call Sebelum Lapas Terbakar, Kisah Pertemuan Terakhir Hengky dengan Tunangannya
-
Inalillahi! Korban Tewas Akibat Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah 3 Orang
-
Ada Unsur Pidana di Kebakaran Lapas Tangerang, Polisi Kumpulkan Alat Bukti
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung