Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meminta Demokrat tak dianggap memusuhi pemerintah lantaran statusnya berada di luar koalisi pemerintahan saat ini. Ia juga mengatakan, kalau Demokrat melempar kritik tidak dianggap sebagai bentuk perlawanan.
AHY mengatakan, bahwa Demokrat ingin pemerintah sukses. Menurutnya, jika pemerintahnya sukses maka rakyat akan merasakan efeknya.
"Janganlah kemudian kita dianggap merusuhi upaya pemeirntah tersebut, kita memang berada di luar tapi kita juga Merah Putih karena kita ingin negara kita selamat. Kalau kita memberikan masukan kritik yang konstruktif, janganlah dianggap sebagai sebuah bentuk perlawanan," kata AHY dalam pidatonya di HUT Demokrat ke-20, Kamis (9/9/2021).
Menurutnya, walau memang mempunyai satu tujuan tapi tidak harus memiliki keseragaman dalam pemikiran. Ia kemudian menyinggung soal jalannya demokrasi di Indonesia.
"Demokrasi membuka ruang untuk perbedaan pemikiran tersebut dan kami ingin terus konsisten menyuarakan aspirasi rakyat, kita berkoalisi dengan akal sehat, dengan hati nurani dan juga pada akhirnya dengan suara rakyat yang sejatinya suara Tuhan," tuturnya.
Lebih lanjut, AHY berharap agar partainya bisa terus konsisten memperjuangkan suara-suara rakyat. "Mudah-mudahan partai demokrat dapat terus konsisten," tandasnya.
Di HUT yang ke-20 ini Demokrat melaksanakannya secara sederhana dan terbatas di Jakarta Convention Centre (JCC), yang juga akan diikuti secara virtual oleh lebih dari 10.000 kader Partai Demokrat di seluruh Tanah Air.
Berita Terkait
-
Sebut Demokrat Sudah Berada di Jalan yang Benar, SBY: Modal Besar Sukses di 2024
-
HUT ke-20, SBY Sampaikan 4 Pesan ke Seluruh Kader Demokrat, Begini Isinya
-
SBY dan Demokrat Ultah Bareng Hari Ini, di Twitter Malah Menggema Nama Moeldoko
-
Pidato HUT Demokrat ke-20, JK Ungkap Masa Kejayaan Bareng SBY Menangkan Pilpres 2004
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Soal Masa Depan Wisata RI, Triawan Munaf: Tak Ada Lagi Sistem Pemesanan yang Terfragmentasi
-
Siap-Siap Ganti Gas Melon ke CNG, Apakah Bisa Pakai Kompor LPG Biasa?
-
Kejati DKI Bongkar Kredit Fiktif Rp 600 Miliar di Bank BUMN, 3 Petinggi PT LAT Ditahan
-
Kritik Qodari, Guru Besar UII Ingatkan Bahaya Homeless Media Jadi Alat Propaganda Pemerintah
-
Bulog Raih Penghargaan BUMN Entrepreneurial Marketing Awards (BEMA) di Jakarta Marketing Week 2026
-
DPR Soroti Langkah Pemerintah Gandeng Homeless Media: Jangan Sampai Timbulkan Konflik Kepentingan
-
Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah