Suara.com - Sepasang suami istri di Meksiko menjerit histeris karena menemukan potongan kaki orang dewasa di peti mati anaknya, sesaat sebelum pemakaman.
Menyadur Daily Star Selasa (14/9/2021), bayi laki-laki pasangan ini meninggal diusia 11 hari di rumah sakit Meksiko. Ia lahir pada usia 34 minggu dalam kondisi sakit dan akhirnya meninggal.
Sehari setelah kematiannya, sang ayah mengambil peti mati kecil dari Klinik Pedesaan Institut Jaminan Sosial Meksiko (IMSS) di Huajuapan de León.
Namun ketika orangtua ini tiba di kota asal mereka, Tacache de Mina di Oaxaca di barat daya Meksiko, mereka menyadari ada sesuatu yang salah.
"Keluarga itu memperhatikan ada darah menetes dari peti mati dan memeriksa bagian dalamnya. Dan saat itulah mereka menemukan bahwa itu adalah potongan kaki manusia," lapor surat kabar Meksiko El Universal.
Pasangan ini mengembalikan anggota tubuh yang berdarah itu ke klinik namun pihak klinik menyalahkan mereka dan berkata itu menjadi tanggung jawab sang ayah karena membawa peti mati tanpa memeriksa isinya.
“Pria itu memiliki semua dokumentasi tentang bayi yang baru lahir. Dia baru saja mendapatkan peti mati yang salah,”kata juru bicara klinik.
“Alih-alih memverifikasi mana yang benar-benar sesuai dengan bayinya, dia mengambil yang lain yang tidak benar. Dia yang membuat kesalahan, bukan personel IMSS”.
Kantor Kejaksaan Agung Oaxaca meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut tapi staf klinik yang menyerahkan peti mati tidak menghadapi tuntutan.
Baca Juga: Rosario Pichardo, Tentara Amerika Terakhir yang Pulang dalam Peti Mati
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun
-
Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM