-
Iran menegaskan tidak ada gencatan senjata hingga tujuan akhir militer tercapai sepenuhnya.
-
Mohsen Rezaei mengklaim cadangan rudal Iran tak terbatas dan armada AS telah mundur.
-
Strategi perang Iran fokus pada inovasi drone dan kesiapan menghadapi konflik jangka panjang.
Suara.com - Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah kini memasuki fase yang sangat krusial dan penuh tekanan tinggi.
Mantan Komandan Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mohsen Rezaei, memberikan pernyataan tegas mengenai posisi negaranya.
Ia menyatakan bahwa masa kesabaran Iran yang didasari oleh misi kemanusiaan kini telah mencapai batas akhirnya.
Langkah ini diambil demi mencegah meluasnya konflik regional yang jauh lebih destruktif bagi banyak pihak terkait.
Rezaei menekankan bahwa kali ini pihaknya tidak akan membuka ruang untuk pembicaraan mengenai penghentian serangan.
Pihak militer Iran mengingatkan kembali memori sejarah saat mereka menghadapi serangan bom dari rezim Ba'ath Irak.
Rezaei secara langsung memberikan peringatan keras kepada Donald Trump dan Benjamin Netanyahu terkait serangan warga sipil.
"Berhentilah menyerang kawasan pemukiman, atau kami akan membalasnya. Tipu muslihat kalian untuk menghindari kekalahan ini akan gagal di hadapan keberanian bangsa Iran yang bangga," kata dia dikutip dari kantor berita Iran.
Kutipan tersebut menegaskan ancaman pembalasan yang setimpal jika infrastruktur sipil terus menjadi target operasi militer lawan.
Baca Juga: Drone Iran Hantam Dubai Creek Harbour Saat Militer Israel Mulai Gempur Teheran Besar-besaran
Strategi musuh untuk menghindari kekalahan dianggap akan gagal total berkat keberanian yang dimiliki rakyat Iran.
Rezaei membagi perjalanan konflik yang sedang berlangsung saat ini ke dalam tiga tahapan waktu yang berbeda.
Tahap pertama adalah rencana musuh untuk meruntuhkan sistem pemerintahan Iran hanya dalam waktu tiga hari saja.
Namun, menurut pengamatannya, strategi kilat Amerika Serikat tersebut justru mengalami kegagalan total sejak awal dimulai.
Fase kedua terjadi pada hari keempat hingga kesembilan yang ditandai dengan kondisi syok dan kebingungan pihak lawan.
Semua tindakan militer yang diambil musuh pada periode ini dinilai hanya berdasarkan keputusasaan tanpa tujuan jelas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Pelaku Penembakan Acara Trump Terungkap, Foto Kenakan Kaos IDF Israel Viral
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan