News / nasional
Fabiola Febrinastri
Mensos, Tri Rismaharini, di di Dusun Danau Canting, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (14/9/2021). (Dok: Kemensos)

Suara.com - Kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil, termasuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) dijamin oleh negara. Dalam kunjungannya ke lokasi KAT
Suku Dayak Meratus, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Mensos Tri Rismaharini menyaksikan beberapa keterbatasan seperti kesediaan tempat belajar, jaringan listrik dan lainnya.

"Gedung pertemuan mungkin bisa kita modifikasi untuk tempat anak-anak belajar. Selain itu juga bisa kita siapkan perpustakaan. Kita bisa bantu akseskan ke Badan Perpustakaan untuk mengisi perpustakaannya jika sudah jadi," katanya, di Dusun Danau Canting, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (14/9/2021).

Kehadiran Mensos di lokasi KAT sendiri merupakan wujud negara hadir di kawasan terpencil, terluar dan tertinggal (3T). Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyerahkan secara simbolis berbagai bantuan untuk memastikan warga KAT dapat terus produktif. Total bantuan yang diserahkan Mensos sebesar Rp1.524.701.573.

Jumlah itu adalah bantuan dana Hibah Dalam Negeri (HDN) total Rp59.100.000 untuk peralatan sekolah (SD, SMP, SLTA) bagi 67 anak @Rp300.000 senilai total Rp20.100.000, peralatan pertanian di 4 lokasi KAT bagi 78 Kartu Keluarga (KK) berupa cangkul, sabit, parang, sprayer @Rp500.000 dengan total Rp39.000.000.

Baca Juga: Kemensos Salurkan Bantuan bagi Yatim Piatu Terdampak Covid-19 melalui Program Atensi Anak

Kedua, bantuan donasi pelanggan Indomaret Peduli KAT total Rp1.010.332.573 untuk sarana air bersih, MCK komunal, balai sosial dan penghijauan di 2 lokasi Danau Canting dan Sungai Bumbung, dengan total Rp739.208.000, bantuan penerangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) bagi 78 KK dengan total Rp271.124.573.

Ketiga, bantuan APBN pemberdayaan KAT lokasi Khusus dengan total Rp400.741.000 yang secara simbolis berupa bantuan Community Center dan perlengkapan, Sarana Air Bersih dan Stimulan Usaha.

Keempat, Penyerahan Bantuan Protokol Kesehatan berupa masker dan vitamin bagi masyarakat tidak mampu atau terdampak Covid-19 melalui Karang Taruna untuk 13 Kabupaten/Kota dengan total 16.510 paket.

Kelima, Bantuan Bina Usaha ProKus untuk Yayasan Murakata Maju melalui anggota Komisi VIII DPR RI, berupa modal usaha senilai Rp30.000.000. Keenam, bantuan pakaian anak dan dewasa bagi 100 orang dan bahan makanan beryodium. Untuk 78 KK dengan jumlah 24.528.000.

Selain itu, Mensos meninjau sekaligus meresmikan Sarana Air Bersih atau MCK Komunal Balai Sosial dan penghijauan berupa tanaman produksi dari program PUB Indomaret Peduli KAT.

Baca Juga: Untuk Pembaruan Data, Menteri Risma Minta Pemda Satukan Gerak dan Sinergi dengan Kemensos

Perhatian dan bantuan Kemensos diapresiasi dan disambut positif pemerintah daerah.

"Kami harap, program-program Kemensos dapat terus berkelanjutan. Sehingga, warga desa yang terisolir dapat juga merasakan namanya pembangunan, dan sebuah kemajuan," kata Bupati HST, Aulia Oktafiandi.

"Bagaimanapun juga, KAT ini secara penghasilan dan sebagainya di bawah rata-rata. Karenanya, kami berterima kasih untuk bantuan yang diberikan Kemensos," ujar Wahyudi Rahmad, Kepala Dinas Sosial HST.