TIDAK hanya di rumah-rumah sakit, harga tes PCR lebih mahal ketimbang yang dipatok pemerintah juga terjadi di klinik.
Berdasarkan penelusuran Suarasumsel.id, terdapat klinik di Kota Palembang yang meminta Rp 700 ribu untuk tes PCR.
Petugas Klinik AY Frez misalnya, mengakui meminta Rp 700 ribu kepada orang yang akan mengikuti tes PCR.
“Itu harganya sudah turun setelah ada imbauan presiden. Sebelumnya harga tes PCR Rp 900 ribu, tapi kini turun jadi Rp 700 ribu,” kata si petugas.
Ia menuturkan, kliniknya harus bekerja sama dengan laboratorium sebagai tempat pemeriksaan sampel sehingga terdapat biaya tambahan.
Artikel lebih dalam tentang harga tes swab per daerah di luar Jawa – Bali sila simak di tautan berikut ini:
- Perbedaan Harga Tes PCR di Kota Makassar, Lebih Cepat Lebih Mahal
- Modus Lebih Cepat, Bikin Harga Tes PCR Tak Sesuai Himbauan Jokowi
- Harga Tes PCR Masih Mahal, Dilema antara Melawan Wabah atau Bisnis
- Sejumlah Klinik di Bandar Lampung Belum Tetapkan Harga PCR Sesuai SE Kemenkes
- Harga PCR Turun, Riau Masih Pakai Akurasi Tes Antigen untuk Deteksi Covid
- Dukungan Masyarakat Samarinda Soal Penurunan Harga Swab Test PCR
- Dilema Tes PCR: Jokowi Teriak Harga Turun, Praktiknya Masih Mahal
Tambahan biaya ini dipungut klinik dari peserta tes untuk menutupi biaya operasional petugas sampai administratif, guna mengantarkan sampel ke laboratorium.
Meski harganya masih melebihi ketentuan pemerintah, ia memastikan hasil tes PCR sudah memenuhi imbauan Presiden Jokowi, yakni maksimal satu kali dua puluh empat jam.
Kondisi yang sama juga didapatkan di provinsi tetangga Sumsel, yakni Lampung. Harga PCR justru mengacu pada lama atau tidaknya hasil tes bisa diterbitkan, bukan ketetapan tarif pemerintah.
Baca Juga: Sejumlah Klinik di Bandar Lampung Belum Tetapkan Harga PCR Sesuai SE Kemenkes
Menurut penelusuran Suaralampung.id, harga tes PCR di sejumlah klinik kesehatan di Kota Bandar Lampung berkisar antara Rp 650 ribu sampai Rp 900 ribu.
Salah satu klinik di pertigaan Jalan Ratu Dibalau, Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung, misalnya, mematok tarif sesuai lama atau cepatnya penerbitan hasil tes.
Untuk tes PCR dengan hasil yang baru diterbitkan dua hari kemudian, dipatok tarif sesuai ketetapan pemerintah yakni Rp 525 ribu.
“Ada juga yang Rp 650 ribu, satu hari langsung bisa diketahui hasilnya," kata petugas klinik tersebut, Senin (13/9).
Sementara klinik di Jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Sukabumi, membanderol harga tes PCR Rp 900 ribu dengan janji hasilnya bisa didapat dalam satu hari.
"Harga tes PCR-nya Rp 900 ribu. Hasilnya hanya satu hari. Misalnya kalau tes PCR-nya hari ini, hasilnya bisa diketahui jam delapan malam," kata dia.
Tag
Berita Terkait
-
Sejumlah Klinik di Bandar Lampung Belum Tetapkan Harga PCR Sesuai SE Kemenkes
-
Dilema Tes PCR: Jokowi Teriak Harga Turun, Praktiknya Masih Mahal
-
Harga PCR Turun, Riau Masih Pakai Akurasi Tes Antigen untuk Deteksi Covid
-
Dukungan Masyarakat Samarinda Soal Penurunan Harga Swab Test PCR
-
Modus Lebih Cepat, Bikin Harga Tes PCR Tak Sesuai Himbauan Jokowi
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan