Suara.com - Presiden Jokowi setuju pemilu 2024 diselenggarakan pada bulan April. Kepala Negara akan membahas hal tersebut dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Said Salahuddin kepada wartawan, Rabu (22/9/2021).
Keinginan Jokowi senada dengan usulan Tito Karnavian yang pernah disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR, Kamis (16/9/2021), bahwa pemilu 2024 sebaiknya dilakukan pada April atau jika memungkinkan Mei.
Akan tetapi usulan tersebut berbeda dengan yang diinginkan KPU. Dalam rapat dengan Komisi II DPR pada 6 September 2021, KPU mengusulkan agar pemilu diselenggarakan bulan Februari.
Selanjutnya Said Salahuddin mengatakan dalam pertemuan Dewan Pimpinan Nasional PKP di Istana Bogor, pagi tadi, Jokowi juga sependapat dengan PKP bahwa untuk menjadi peserta pemilu 2024, partai yang tidak memiliki kursi di parlemen tidak perlu mengikuti verifikasi faktual "alias cukup lulus verifikasi administrasi."
Soal pencoblosan April 2024
Alasan Tito menginginkan pencoblosan tetap dilaksanakan bulan April seperti tahun-tahun yang lalu yaitu untuk efisiensi.
Pemilu akan berdampak pada polarisasi, stabilitas politik, keamanan, eksekusi program pemerintah daerah dan lain-lain. Dampaknya bukan hanya di tingkat pusat, tapi juga daerah, kata Tito.
"Kami meminta agar penentuan waktu pemungutan waktu 2024 diputuskan dalam rapat kerja dengan Komisi II dan para penyelenggara di rapat berikutnya sebelum reses selesai," ujar Tito.
Baca Juga: 100 Tokoh Kritik Jokowi soal Penanganan Covid-19: Rakyat Harus Bayar Tes Covid yang Mahal!
Sedangkan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2024, Tito akan mendukung sesuai dengan perundang-undangan.
"Karena dikunci oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 harus di bulan November 2024, maka usulan hari Rabu 27 November tidak ada masalah. Kami dari pemerintah 27 November tidak ada masalah, kami mendukung," kata Tito.
Berita Terkait
-
Diserang Balik Isu Ijazah Palsu, Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya!
-
Dokter Tifa: Foto Muda Jokowi Cuma Mirip 1 Persen, 99 Persen Itu Orang Berbeda
-
Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder
-
SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital
-
Akhirnya! Demokrat Polisikan Akun Medsos Penuding SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Lobi Prabowo-SBY Bikin Demokrat Ubah Sikap Soal Pilkada? Ini Kata Gerindra
-
Pilkada Lewat DPRD Bukan Cuma Hemat Biaya, Populi Center: Ini 4 Syarat Beratnya
-
Status Tersangka Tak Membuat Dokter Richard Lee Ditahan, Polisi Beberkan Alasan Kuncinya
-
Kritik Pedas Ryaas Rasyid: Jakarta yang Obral Izin, Daerah yang Dapat Banjirnya
-
Proyeksi MRT Jakarta: Target Monas Beroperasi 2027, Kota Tua Menyusul 2029
-
Rakyat Tolak Pilkada via DPRD, Deddy Sitorus: Mereka Tak Mau Haknya Dibajak Oligarki
-
Keberatan dengan Eksepsi Nadiem, Jaksa: Tak Perlu Cari Simpati dan Giring Opini
-
Prabowo Wanti-wanti Atlet Jangan Pakai Bonus untuk Hal Negatif
-
Soal SPPG Terafiliasi Pejabat, BGN: Hak Semua WNI!
-
Buntut Demo Agustus 2025 di Depan Polres Jakut, 60 Terdakwa Dituntut 1 Tahun Penjara