Suara.com - Petugas polisi syariat Wilayatul Hisbah menjaring puluhan pengguna jalan karena kedapatan berbusana ketat dan tidak islami dalam operasi yang digelar tim gabungan di depan Kantor Bupati Aceh Barat di Meulaboh.
"Ada sekitar 30-an warga yang terjaring, semuanya memakai busana ketat, sedangkan pelanggar dari pria memakai celana pendek," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Satpol PP WH Kabupaten Aceh Barat Dodi Bima Saputra di Meulaboh ditulis Kamis (23/9/2021).
Ia mengatakan razia tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan syiar Islam, sekaligus menegakkan penerapan syariat Islam yang berlaku di Aceh sesuai dengan Qanun (Perda) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, termasuk Undang-Undang Penerapan Syariat Islam di Aceh.
Dodi mengatakan sebagian besar pelanggar syariat Islam yang terjaring razia, berasal dari warga luar Aceh Barat terdiri atas kaum laki-laki dan perempuan.
Menurut dia, setiap pelanggar juga turut mendapatkan pembinaan dari petugas WH, dan diberikan nasihat agar ke depan tidak lagi mengulangi perbuatan yang sama.
"Untuk sementara, bagi pelanggar yang terjaring ini kita lakukan pembinaan, mereka tidak dikenakan sanksi hukuman cambuk," kata dia.
Ia menegaskan razia tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menegakkan penerapan syariat Islam yang sudah berlaku lama di Aceh, sekaligus sebagai upaya pemerintah daerah dalam menertibkan masyarakat yang berbusana tidak sopan saat beraktivitas di luar rumah. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi