- Penjaga perlintasan kereta liar di Jawa Barat memperoleh pendapatan harian hingga lima ratus ribu rupiah dari sumbangan sukarela pengendara.
- Warga setempat menerapkan sistem jadwal shift yang terstruktur guna memastikan pembagian pendapatan yang merata bagi setiap penjaga perlintasan.
- PT KAI mengizinkan operasional perlintasan tersebut selama tidak terjadi kecelakaan yang membahayakan nyawa para pengguna jalan di lokasi itu.
Suara.com - Perlintasan kereta api liar seringkali dipandang hanya dari sudut pandang risiko keselamatan dan pelanggaran aturan. Namun, bagi warga yang tinggal di bantarannya, titik-titik rawan ini telah bertransformasi menjadi ekosistem ekonomi informal yang menjanjikan.
Pendapatan dari sumbangan sukarela pengguna jalan ternyata mampu melampaui upah harian pekerja formal pada umumnya.
Seorang mantan penjaga perlintasan liar di salah satu Kawasan di Jawa Barat, Al (31) membeberkan sisi lain dari profesi yang pernah ia geluti selama 15 tahun tersebut. Menurutnya, dalam satu hari kerja penuh, seorang penjaga bisa mengantongi uang ratusan ribu rupiah.
"Kalau yang sehari full ya dari jam setengah tujuh sampe jam setengah empat tuh Rp500 ribu tuh enggak mati lah," ungkap Al saat podcast di kantor Suara.com, Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026).
Angka tersebut ia peroleh murni dari pemberian sukarela para pengendara yang melintas.
Sistem Kerja Terstruktur
Meski berstatus liar, pengelolaan ekonomi di perlintasan ini tidak dilakukan secara sembarangan. Warga setempat memberlakukan sistem jadwal atau shift yang ketat agar pendapatan bisa terbagi rata antar warga.
"Engga (setiap hari kerja). Makanya kan disitu dibikin sistem jadwal, ada yang hari Selasa, ada yang hari Senin, ada yang hari Rabu. Jadi ganti-ganti orangnya," jelasnya.
Uang Rp500 ribu tersebut merupakan pendapatan bersih per orang dalam satu hari jadwal jaga mereka. Al menyebut bahwa sistem pemberian uang dilakukan secara santun tanpa ada unsur paksaan atau pemerasan.
Baca Juga: Pasar Lagi Goyang, Awas Emosi Bikin Cuan Melayang!
"Dan kita jaganya tuh enggak (minta maksa), kan ada orang yang pakai ember gitu dikecrek gitu kan, terus di langsung-langsungin ke orang, kalau kita ngga ya. Orang ngasih dari tangan ke tangan, orang gak ngasihpun ya lewat, lewat gitu, nggak ada tekanan apa-apa," kata dia
Ekosistem ekonomi ini mencapai puncaknya saat menjelang hari raya. Al menceritakan bahwa para pengguna jalan yang sudah terbiasa melintas seringkali memberikan uang lebih sebagai bentuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para penjaga rel.
"Dapet (uang sumbangan). Bahkan sampai mendekati lebaran pun banyak orang yang ngasih THR," ungkapnya.
Relasi dengan Otoritas
Keberadaan para penjaga ini bukannya tidak diketahui oleh pihak otoritas. Al menyebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) pernah berkomunikasi dengan warga. Namun, ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi agar ladang ekonomi warga ini tidak ditutup keamanan.
"Karena kan emang KAI pernah bilang jangan sampai ada korban dari palang pintu kereta ini, karena satu aja ada korban, tutup permanen di situ," ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa perlintasan liar bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan sudah menjadi sandaran hidup bagi sebagian warga. Di balik deru mesin kereta dan risiko nyawa, ada perputaran uang yang nyata, yang menghidupi keluarga di sepanjang bantaran rel.
Reporter: Tsabita Aulia
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi