Suara.com - Pergantian Panglima TNI dari tangan Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi isu hangat. Sebab hingga kini semua pihak masih menunggu dan memprediksi siapa yang pantas menggantikan Hadi.
Mulai dari nama para kepala staf tiga matra, yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, hingga KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.
Seiring ramainya isu terkait kelautan, semisal konflik Laut China Selatan hingga rencana Australia membangun kapal selam bertenaga nuklir, nama KSAL disebut-sebut lebih tepat mengisi jabatan Panglima TNI.
Hal itu karena matra Angkatan Laut yang dianggap lebih memahami persoalan di perairan. Terlebih, jika melihat posisi yang ada saat ini di mana Panglima TNI dijabat Hadi dari matra AL dan sebelumnya dijabat Gatot Nurmantyo dari AD, sekarang posisi orang nomor satu di TNI disebut menjadi jatah AL.
Menanggapi persoalan jatah antarmatra, Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan giliran dengan penjatahan tersebut tidak ada. Ia berujar pemilihan Panglima TNI sepenuhnya hak prerogatif presiden.
"Kalau dibilang giliran tidak ada. Panglima itu tergantung kebijakan presiden dan itu yang penting dari kepala staf yang ada," kata Dave di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/9/2021).
Sementara Anggota Komisi I Bobby Rizaldi juga berpendapat demikian. Ia berujar bahwa ketiga kepala staf baik KSAD, KSAL, dan KSAU memiliki peluang sama secara objektif untuk menjadi Panglima TNI.
Sementara itu berkaitan dengan dinamika keamanan kawasan di wilayah teritorial Indonesia dan sekitar, tentu kata Bobby menjadi perhatian dan fokus siapapun Panglima TNI terpilih.
"Bukan terfokus ke matra tertentu. Utamanya kebijakan pembinaan seluruh matra dan penguatan postur pertahanan, harus sejalan dengan sikap politik negara. Jadi tiga matra mempunyai peluang yang sama dalam hal pergantian Panglima TNI, terlepas dari meningkatnya eskalasi di Laut China Selatan ataupun pembangunan kapal selam nuklir di Australia," kata Bobby.
Baca Juga: Belum Kirim Surpres Pergantian Panglima TNI ke DPR, Jokowi Disebut Tunggu Gelaran PON XX
Tinggal Tunggu Nasib
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengatakan tiga kepala staf dari tiga matra di TNI sama-sama memenuhi dan berpeluang menjadi pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI.
Persyaratan itu, kata Hasanuddin sebagaimana yang tertuang dalam undang-undang.
"KASAD, KASAL, dan KASAU, mengacu UU, calon panglima TNI itu masih berdinas aktif, pernah jadi kepala staf baik di darat, laut, dan udara, atau sedang menjabat kepala staf. Jadi ketiganya memenuhi persyaratan," kata Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (23/9/2021).
Sementara itu terkait siapa yang paling berpeluang menggantikan posisi Hadi, Hasanuddin beranggapan untuk menjawab hal itu tentunya masih harus menunggu waktu.
"Tinggal nunggu nasib saja barangkali," kata Hasanuddin.
Berita Terkait
-
Tinggal Tunggu Nasib, Tiga Kepala Staf Sama-Sama Berpeluang jadi Panglima TNI
-
Ramai Interupsi karena Absen Rapat di DPR, ke Mana Menhan dan Panglima TNI?
-
Belum Kirim Surpres Pergantian Panglima TNI ke DPR, Jokowi Disebut Tunggu Gelaran PON XX
-
Komisi I DPR Soroti AUKUS: Bukan lagi Diplomasi Kopi, Waktunya Hard Diplomacy
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Prabowo: Kampus Itu Arena Adu Gagasan, Bukan Tempat Pertentangan
-
Daftar 5 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil: Gejala, Penyebab dan Kronologi
-
Diduga Intimidasi Dokter hingga Meninggal, Legislator PKB Terancam Sanksi Berat
-
Fakta-fakta Kematian 5 SPPI Calon Manajer Koperasi saat Jalani Latihan Militer
-
Awas Kena Derek! Dishub DKI Mulai Rutin Razia Parkir Liar di Senopati dan Gunawarman Tiap Weekend
-
Aktivasi di CFD FX Sudirman, Mozy Ajak Masyarakat Kenali Layanan Perjalanan Digital
-
Ironi Ganja Medis, Saat KUHP Baru 'Keok' Lawan UU Narkotika yang Usang
-
HBL Mantiri Ajak Purnawirawan TNI AD Terus Kompak Jaga Soliditas dan Perkuat Persatuan
-
Ketua BPP PPAD HBL Mantiri: Purnawirawan Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa
-
Kado HUT Bhayangkara ke-80, Polda Riau Rampungkan 110 Jembatan Merah Putih Presisi