Suara.com - Ada rongga raksasa di alam semesta, yang begitu besarnya ruangan kosong ini bisa menampung 150.000 versi Sistem Tata Surya kita, kata para ahli astrofisika.
Lebar rongga ini diperkirakan setara dengan 500 tahun cahaya, sementara satu tahun cahaya sama dengan sembilan triliun kilometer. Posisinya di antara konstelasi Perseus dan Taurus.
Rincian ruang kosong di ruang angkasa dan pemodelannya dengan menggunakan realitas tertambah (augmented reality) dipaparkan para ahli di jurnal Astrophysical Journal Letters.
Para peneliti mengatakan, penemuan ruang kosong raksasa ini makin membuka tabir tentang kelahiran bintang.
Mereka meyakini rongga atau lubang ini dipicu oleh ledakan bintang-bintang sekitar 10 juta tahun yang lalu.
Ledakannya begitu dahsyat sehingga menyapu dan menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya, bahkan termasuk partikel-partikel kecil seperti debu angkasa.
Baca juga:
- Asal-usul lubang hitam terbesar di alam semesta yang misterius
- Lubang hitam untuk pertama kalinya berhasil ditangkap kamera
- Planet Kesembilan, apakah nyata dan mengapa tidak ada yang pernah melihatnya?
Namun ada "fenomena mengejutkan" setelah ledakan dahsyat ini. Debu-debu angkasa menyatu, melebur dan kemudian menjadi bintang baru.
"Ini sudah lama menjadi teori dan telah pula terlihat dalam simulasi matematika, namun sekarang saya kira kita bisa melihatnya untuk pertama kalinya dalam observasi," kata pakar astrofisika yang melakukan kajian ini, Shmuel Bialy, yang bekerja di Institute for Theory and Computation di Harvard Smithsonian Center for Astrophysics.
Baca Juga: Fenomena Alam Semesta yang Sudah Dijelaskan Dalam Al-Quran
Struktur tiga dimensi, seperti lubang atau rongga raksasa ini, ada di alam semesta namun diakui sangat sulit dideteksi. Bahkan kalaupun para astronom bisa menemukan tempatnya, bisa sangat sulit untuk memahami apa saja yang terjadi.
Masalah ini diatasi dengan pemanfaatan kekuatan augmented reality (realitas tertambah).
Para peneliti menciptakan versi mini dari rongga raksasa dan benda-benda angkasa yang mengelilingi. Dari pemodelan ini, para astronom bisa melihat material di seputar ruang simetris, yang sekarang disimpulkan sebagai lubang raksasa tersebut.
Baca juga:
- Terungkap kapan pertama kali bintang di alam semesta mulai bersinar
- Gambar paling tajam yang pernah dibuat tentang galaksi ruang angkasa
- Sepuluh peristiwa astronomi paling ditunggu-tunggu di tahun 2021
Menurut para saintis, ruang kosong ini berawal dari ledakan bintang atau beberapa bintang sekitar 10 juta tahun yang lalu. Ledakan menghalau semua material sehingga terciptalah ruangan kosong.
Material yang terdorong ini kemudian menyatu, melebur, memadat, dan menjadi bintang baru.
"Bayangkan satu ruangan besar dan pada lantainya ada banyak debu ... ketika debu-debu ini disapu ke satu titik, di titik itu akan memiliki densitas yang lebih tinggi," kata Bialy menjelaskan.
Ia mengatakan ketika satu bintang mati, akan ada rangkaian kejadian yang pada akhirnya memicu lahirnya bintang-bintang baru.
Berita Terkait
-
Menjelajahi Misteri Alam Semesta dalam Buku The Grand Design
-
Saat Galaksi dan Bintang Membentuk Akal Sehat dalam The Demon-Haunted World
-
Kebalikan dari Big Bang, Alam Semesta Disebut Akan Kiamat dengan Teori Big Crunch
-
Kiamat Alam Semesta: Teori 'Big Crunch' Gambarkan Akhir Zaman yang Mengerikan
-
Berkunjung ke Museum Astronomi The Makkah Clock Tower
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan