Suara.com - Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto bersama jajaran elite partai berkumpul di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (27/9/2021) malam. Airlangga menyebut banyak hal yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut, namun saat ditanya soal Azis Syamsudin dia memilih cuek.
Semula Airlangga menjelaskan, kalau agenda pertemuan internal Golkar malam pertama untuk membahas undang-undang di DPR. Menurutnya, ada dua UU yang krusial untuk dibahas di internal partai.
"Ada dua Undang-Undang yang krusial, satu tentang KUP yang sedang masuk timus. Oleh karena itu pak bendahara umum, ketua komisi XI akan melaporkan ke pleno. Karena ini akan diambil keputusan dan ditargetkan sebelum paripurna, ini akan selesai," kata Airlangga di Kantor DPP Golkar, Senin (27/9/2021).
Kemudian, Airlangga menyampaikan, hal lain yang dibahas yakni terkait persoalan di Komisi II DPR RI soal penyelenggaraan Pemilu. Hal yang dibahas dari mulai tanggal Pemilu digelar hingga anggarannya.
"Persiapan fungsionaris di partai Golkar ada daerah yang menarik, yaitu Nusa Tenggara timur yang berinisiatif sendiri untuk melengkapi fungsionalis baik untuk pileg, pilkada, baik di tingkat I smapai dengan tingkat II. Ini mungkin kita bahas supaya direplikasi di daerah lain," tuturnya.
Kemudian Menko Perekonomian tersebut menyampaikan akan membahas soal kekosongan jabatan di internal partai. Lantaran beberapa kader Golkar ada yang ditarik menjadi duta besar.
Namun saat ditanya soal kekosongan kursi Wakil Ketua DPR RI sepeninggalan Azis Syamsudin yang ditangkap KPK, Airlangga malah enggan menjawab.
Ia justru malah membahas persiapan HUT Golkar yang jatuh pada tanggal 20 Oktober.
Usai menjelaskan hal itu, awak media kembali bertanya soal apakah rapat pleno di Kantor DPP Golkar ini memutuskan satu nama pengganti Azis Syamsudin atau tidak, Airlangga malah cuek dan pergi meninggalkan awak media yang meliput.
Baca Juga: Azis Syamsuddin Ditetapkan Jadi Tersangka oleh KPK, Golkar Pastikan Nama Wakil Ketua DPR
Adapun dalam pertemuan di Kantor DPP Golkar ini selain Airlangga terlihat para petinggi partai beringin tersebut seperti Agus Gumiwang, Meutya Hafid, Adies Kadier, Dito Ganinduto hingga Nurul Arifin.
Rapat Pleno
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir, menyampaikan DPP Golkar dipimpin langsung Airlangga Hartarto akan menggelar rapat pleno malam ini, Senin (27/9/2021). Rapat ini akan menentukan satu nama pengganti Azis Syamsuddin duduk di kursi wakil ketua DPR RI.
"Jadi rencananya baru malam ini itu ada rapat pleno DPP Partai Golkar untuk memutuskan calon yang ditunjuk oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto untuk mengganti saudara Azis Syamsudin," katanya.
Adies mengatakan, Ketua Umum Golkar Airlangga sudah mengantongi satu nama untuk menggantikan Azis di parlemen. Nama tersebut akan disahkan dalam rapat pleno nanti malam.
"Kalau feeling saya sudah dikantongi ketua umum, jadi sudah dikantongi nama tersebut jadi tinggal nanti malam itu disampaikan di dalam rapat pleno," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat
-
Polisi Dilarang Live Streaming Saat Tugas, Kompolnas: Jangan Sibuk Sendiri Pas Layani Warga
-
Kemnaker Tandatangani MoU dengan Wadhwani dan Indosat: Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Nasional
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?